<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127556">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERLAKUAN PENGGARAMAN, PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU TERI ASIN KERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yuni Hasrita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknologi Hasi Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Teri yang diteliti  adalah  teri yang mempunyai  ukuran 2-3 cm yang terdapat di sepanjang perairan pantai  NAO. Teri asin  kering merupakan produk olahan dari perikanan laut yang dapat disimpan lama. Pembuatan teri asin kering umumnya meliputi  perlakuan  penggaraman dan pengeringan. Perlakuan penggaraman dapat berbeda-beda caranya tergantung daerah asal. Di Ambon, perlakuan penggaraman untuk ikan teri dengan cara perendaman pada suhu 100'C selama I    menit. Di Ujung Pandang, perlakuan penggaraman untuk ikan teri dengan cara perendaman pada suhu 100''C selama 3    menit. Sedangkan di Aceh, perlakuan penggaraman dilakukan dengan cara perebusan selama I5 menit. Perlakuan  penggaraman yang berbeda ini menghasilkan teri asin yang berbeda dalam penyimpanan. Selama penyimpanan sering  terjadi  penurunan nilai  mutu  karena adanya perubahan-perubahan  seperti  oksidasi  terhadap asam lemak  sehingga menyebabkan perubahan aroma, warna  dan tekstur. Untuk menanggulangi perubahan itu dapat ditambahkan  antioksidan, salah satunya antioksidan (a-tokoferol) yang bertujuan untuk mencegah terjadinya oksidasi. Penelitian ini  bertujuan untuk menentukan cara penggaraman dan penambahan antioksidan (a-tokoferol) yang tepat untuk mendapatkan mutu teri asin kering yang terbaik. Dalam penelitian ini, ada 3 faktor yang dikaji, yaitu faktor pertama adalah&#13;
faktor cara penggaraman menggunakan 5% garam yang terdiri atas: PI = perendaman dalam  larutan  garam suhu 100''C  selama I menit, P2  = perendaman dalam larutan garam suhu 100'C selama 3 menit, P3 = perebusan dalam larutan garam suhu 100'C selama I5 menit. Faktor kedua adalah penambahan antioksidan (a-tokoferol) yang terdiri  atas AO =  tanpa penambahan antioksidan, A J - penambahan antioksidan 0,01% dari berat ikan. Faktor ketiga adalah lama penyimpanan  pada suhu kamar le yang terdiri atas: SO = penyimpanan 0 bulan, SI = penyimpanan selama I bulan. mak, kadar air, kadar abu, kadar garam, kadar protein, dan dilakukan uj organoleptik yang terdiri dari warna, aroma, aroma tengik, penampakan dan tekstur.Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa perlakuan  penggaraman dengan waktu yang lama cenderun ditentukan rendemennya adalah penentuan bilangan peroksida, serta ditentukan kadar g men Dengan demikian terdapat 12  kombinasi  perlakuan.  Parameter yang diamati setelah urunkan rendemen, penambahan antioksidan  cenderung menghasilkan bilangan peroksida yang rendah dan kadar lemak cenderng tidak mengalami penurunan. Selama penyimpanan terjadi penurunan kadar air yang disebabkan oleh pengaruh suhu dan kelembaban,  kadar  abu teri  asin kering pada semua perlakuan cenderung menunjukkan penurunan baik karena penyimpanan ataupun karena  penambahan antioksidan Teri asin kering setelah penyimpanan l bulan cenderung meningkatkan kadar garam, perlakuan cara penggaraman cenderung menyebabkan terjadinya penurunan kadar protein. Penenimaan uji organoleptik terhadap warna, aroma secara umum, aroma tengik, penampakan, dan tekstur menghasilkan penerimaan antara lebih baik, tidak berbeda dan lebih buruk Teri asin terbaik adalah teni asin kering yang tidak mengalami peny.mpanan, tetapi setelah disirapan I     bulan  maka yang teri asin kering yang terbaik adalah  teri yang mengalami  perlakuan  penggaraman  dengan cara perebusan selama  I5  menit dengan penambahan antioksidan dengan karakteristik produk sebagai  berikut   Kadar air  11,84%, kadar lemak 16,84%, kadar protein 33,13%, kadar abu 20,65%. kadar garam 13,89%, bilangan  peroksida 2,75 milimol per 1000 gram dengan penerimaan warna, aroma secara umum, aroma tengik, penampakan dan tekstur berkisar antara tidak berbeda dan lebih baik dari yang belum disimpan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127556</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 11:59:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-07 11:59:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>