<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127368">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI  LARUTAN  GULA DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP MUTU MANISAN KERING UBI JALAR (IPOMOEA BATATAS LAMB)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irhami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ubi jalar (/pomoea batatas Lamb)  mcrupakan tanaman palawija ketiga setelah  jagung dan  singkong. Ubi jalar menghasilkan karbohidrat dan kalori  yang cukup   tinggi  sehingga  komoditas  ubi  jalar sangat   layak  untuk   dikembangkan dalam  rangka  menunjang diversifikasi pangan. Salah  satu  produk  olahan  dari  ubi jalar adalah  manisan  kering  ubi jalar. Manisan   kering  ubi jalar merupakan  irisan  ubi  yang  telah  menyerap guJa  dan   dikeringkan.   Pengolahannya  dapat   dilakukan  dcngan   alat-alat  yang sederhana, cara yang  mudah,  serta  biaya  yang  murah. Produk  manisan  kering  ubi jaJar juga memiliki   daya  simpan   yang  lebih  lama  dikarenak.an   kandungan  gula yang  tinggi serta  kandungan air yang cukup  rendah. Penelitian   ini    secara    urnurn    bertujuan   untuk    mempelajari   cara pembuatan   manisan    kering   ubi  jalar  dan   secara   k.husus   untuk   mengetahui konsentrasi  larutan  gula  dan  suhu  pengeringan yang  terbaik  untuk  mendapatkan produk   manisan   kering   ubi jalar  yang  bermutu  baik. Ubi jalar yang  digunakan pada  penelitian ini adalah  ubi jalar berwarna  orange yang  diperoleh dari  pasar  di Kota  Banda  Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) pola  faktorial  3 x 3  dengan  dua  faktor,  yaitu  faktor  konsentrasi  larutan  gula  (G) dan  suhu  pengeringan  (S).  Faktor  konsentrasi  larutan  gula  (G)  terdiri  atas  tiga&#13;
taraf,  yaitu  G,  = 60%,  G, = 70%,   G,  = 80%, serta  suhu  pengeringan (S) terdiri atas  tiga  taraf, yaitu  S,  = 50°C,  S,     60°C  dan  S, = 70C.  Dengan  demikian terdapat   9 kombinasi  perlakuan   dengan  tiga  kali  ulangan  sehingga diperoleh  27 satuan  percobaan.  Data yang  diperoleh dianalisis dengan  menggunakan statistika Analysis  of  Varians  (Anova).   dan  dilanjutkan  dengan  uji   BNT (Beda   Nyata Terkecil) untuk  membedakan pengaruh  antar  perlakuan. Parameter yang dianalisis adalah  rendemen, uji  kuat  tusuk  (kekerasan), kadar  air,  kadar  gula,  betakaroten, organoleptik warna,  aroma  dan rasa. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa konsentrasi larutan gula (G) berpengaruh  sangat  nyata  (P  &lt; 0,01)  terhadap   kadar  air  dan  kadar  gula,  tetapi berpengaruh  tidak  nyata  (P &gt;  0,05)  terhadap  rendemen,   kekerasan, organoleptik warna,  aroma  dan rasa  manisan  kering  ubi jalar.  Perlakuan  suhu  pengeringan (S) berpengaruh sangat  nyata (P &lt; 0,01) terhadap  rendemen,  kadar air dan kadar gula, tetapi  berpengaruh tidak nyata  (P &gt; 0,05)  terhadap  kekerasan  organoleptik warna, aroma  dan  rasa manisan  kering  ubi jalar.  lnteraksi  perlakuan  konsentrasi larutan gula dan suhu pengeringan berpengaruh sangat  nyata (P &lt; 0,01) terhadap  kadar air dan berpengaruh  nyata  (P &lt; 0,05)  terhadap  kadar  gula,  tetapi  berpengaruh tidak nyata  (P  &gt; 0,05)  terhadap   semua   parameter  lainnya  yang  diarnati.   Rendemen manisan  kering   ubi  jaJar  yang  dihasilkan  berkisar   antara   41,25%   -  50,75%, kekerasan   2,59  kg/em     3,92  kg/cm,  kadar  air  10,35%  -  18,75%,  kadar  gula 53,50%  - 74,72%. Nilai kesukaan  panelis  terhadap  warna manisan  kering  ubi jaJar berkisar  antara  2,80 -- 3,75  (tingkat  penerimaan biasa  hingga  suka),  aroma  3,10 • 3,65 (tingkat penerimaan biasa hingga  suka),  rasa 3,20 - 3,85  (tingkat  penerimaan biasa  hingga  suka).  Disamping  itu kadar  betakaroten berkisar  antara  8067,69  SI sampai  8930,13 SI dengan  rata-rata  sebesar  8498,91  SI. Meskipun  ubi jalar telah mengalami  proses  pengolahan menjadi  manisan  kering  ubi jalar, tetapi  kandungan betakarotennya  masih   cukup   tinggi.   Bila   dibandingkan  dengan   wortel   segar sebagai  sumber  vitamin  A yang memiliki  kandungan  betakaroten  12000  SI, maka betakaroten  manisan  kering  ubi jalar  dapat  dijadikan  sebagai  sumber  vitamin  A setelah   wortel.   Sementara   itu  jumlah   vitamin  A  yang  dibutuhkan  oleh   orang dewasa  minimal  3500  SI  perhari  yang  berfungsi  untuk  meningkatkan  daya  tahan tubuh. Berdasarkan   metode  rangking,   maka  manisan  kering  ubi jalar terbaik berdasarkan   analisis  kimia  didapat  dari  perlakuan   konsentrasi  larutan  gula  80% suhu  pengeringan 50C  (G,S) dengan  karakteristik rendemen  50,58%,  kadar  air 12.09%  dan  kadar  gula  69,14%,   sedangkan   berdasarkan   analisis   organoleptik kualitas    terbaik    didapat  dari   perlakuan   konsentrasi   larutan   gula    80%   suhu pengeringan  60C  (GS) dengan   karakteristik  warna  3,63%,  aroma  3,60%  dan rasa 3.62%.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT POLICY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127368</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-05 09:02:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-05 09:12:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>