<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127356">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH BEBERAPA SIFAT FISIK TANAH AKIBAT LINTASAN TRAKTOR RODA DUA TERHADAP KAPASITAS KERJA PADA BERBAGAI KADAR AIR TANAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknik Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan tanah selalu mengalami perubahan sifat-sifat fisik dan mekanik, baik secara alami  maupun akibat kegiatan manusia.  Di bidang pertanian, pengolahan  tanah dapat memperbaiki  pertumbuhan tanaman melalui  perbaikan drainase cepat, pergerakan air dan penetrasi akar dalam profil  tanah.&#13;
Tujuan   penelitian  adalah  untuk  mengetahui   beberapa  sifat  fisik  tanah akibat lintasan  traktor roda dua terhadap kapasitas kerja pada berbagai kadar air tanah.&#13;
Penelitian ini  dilakukan di  Desa Miruek Taman, Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar dan Laboratorium  Fisika Tanah Lingkungan  Fakultas Pertanian Universitas  Syiah  Kuala  Darussalam  Banda Aceh.  Penelitian berlangsung dari bulan Desember 2005 sampai dengan Mei 2006.&#13;
Areal  yang digunakan  meliputi 6 petakan lahan yang masing-masing petak berukuran 20  m x  8  m, dimana 2  petak dalam kondisi  kering, 2 petak  dalam kondisi  lembab, dan 2 petak dalam kondisi jenuh.&#13;
Hasil  penelitian   menunjukkan   bahwa  pengaruh  lintasan   traktor  dapat meningkatkan  nilai  Bulk Density  seiring  dengan bertambahnya jumlah  lintasan dimana nilai tertinggi pada lima kali lintasan sebesar 1,82 gr/cm pada lapisan top soil. Dan begitu juga pada lapisan sub soil Bulk Density tanah meningkat seiring bertambahnya lintasan  sebesar  I,99 gr/cm'. &#13;
pada lapisan top soil. Dan begitu juga pada lapisan sub soil Bulk density tanah an  tanah terlihat  bahwa terjadinya  peningkatan  Bulk Density pada keadaan tanah kering hingga  keadaan tanah lembab.  Hal  ini sesuai pendapat Hillel  ( 1980) dalam Idkham  (200 I) yang menyatakan Bulk Density akan meningkat  hingga  kadar  air  optimum  dan  bila  ditambah  terus  Bulk  Density kembali menurun yaitu pada keadaan tanah jenuh.&#13;
Dari hasil penelitian pada perlakuan lahan kering, lahan lembab, dan lahan jenuh dengan berbagai lintasan,  kadar air pada lapisan top soil lebih tinggi dibandingkan  pada tanah sub soil.  Sebab pada lapisan top soil bertekstur tanah liat yang banyak mengikat air, sedangkan pada lapisan sub soil bertekstur tanah pasir sedikit mengikat air.&#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pengaruh  lintasan  dapat meningkatkan tahanan penetrasi tanah terutama pada tingkat kadar air tanah dan kedalaman olah.  Terlihat bahwa tahanan penetrasi  tanah meningkat terus mulai&#13;
tanpa lintasan, satu kali  lintasan, tiga kali lintasan, dan lima kali lintasan.  Hal ini menunjukkan  bahwa  semakin  sering suatu  lahan  yang  diolah  dengan  lintasan traktor maka makin tinggi pula tahanan penetrasi  tanah yang dihasilkan.&#13;
Porositas  tanah  akan  menurun  dengan  meningkatnya jumlah   lintasan traktor dan juga  dari  tingkat keadaan  tanah  kering,  lembab  dan jenuh.  Nilai porositas tentinggi pada tanpa lintasan  untuk masing-masing  lahan  kecuali pada lapisan  top soil  lahan jenuh  terjadi  penurunan dari tanpa lintasan  ke lintasan  satu kali dan lintasan tiga kali masing-masing 44 persen. 43 persen,39 persen,dan kembali meningkat pada lintasan ke lima kali sebesar 40 persen. Ini terjadi karena tidak adanya terhadap top soil.&#13;
Berdasarkan hasil uji pemadatan yang dilakukan di laboratorium fisika tanah diperoleh kadar air optimum dan berat isi kering maksimum. Berdasarkan hasil percobaan sebelum perlakuan nilai kadar air optimum pemadatan sebesar 15 persen dengan berat isi kering maksimum 2.17 gr/cm .&#13;
Pada kapasitas kerja efektif nilai tertinggi sebesar 0.00504 ha/jam pada lahan kering. dan paling rendah sebesar 0.00396 ha/jam pada lahan jenuh. Dan untuk kapasitas kerja teoritis nilai tertinggi juga dihasilkan pada lahan kering sebesar 0.00612 ha/jam dan paling rendah sebesar ha/jam. Pada perrlakuan lahan lernbab, efisiensi kecil. hal ini disebabkan kapasitas kerja&#13;
lapangnya kecil. tetapi pada lahan kering dan jenuh nilai efisiensinya meningkat. Nilai efisiensi tertinggi yaitu pada lahan jenuh sebesar 84 persen. Hal ini tergantung dari nilai kapasitas kerja lapang efektif yang dimiliki dari masing-masing perlakuan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>127356</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-02 16:13:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-02 16:13:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>