<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126682">
 <titleInfo>
  <title>TATA KELOLA PEMERINTAHAN DINAMIS (DYNAMIC GOVERNANCE) DALAM PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Khairiati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik - Ilmu Pemerintahan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keberadaan para pedagang kaki lima tidak selalu dipandang baik oleh masyarakat karena seringnya dampak negatif yang muncul khususnya jika dikaitkan dengan penataan kota dan kebersihan serta keindahan kota, kebiasaan buruk yang dilakukan pedagang kaki lima yakni berjualan di tempat yang tidak semestinya, sehingga menimbulkan dampak yang mengganggu aktifitas masyarakat yang memiliki tingkat kepentingan lain di sekitaran tersebut, seperti berjualan diatas trotoar, di pinggir jalan dan diatas jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penataan PKL dan faktor pengahambat penataan PKL di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa proses yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi dan mencari opsi strategi dalam mempersiapkan ancaman dan peluang baru yang dituangkan dalam pendekatan dynamic governance. Pemerintah Kota Banda Aceh dalam penertiban PKL di Kota Banda Aceh telah melakukan evaluasi dalam rangka penilaian dan verifikasi atas apa yang telah pemerintah realisasikan dalam memuwujudkan kota yang tertata yang dinamis sesuai dengan dynamic governance. Adapun faktor pengahambat dalam penataan PKL di kota Banda Aceh adalah adanya oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat menganggu kinerja Satuan Polisi Pamong Praja. faktor lainnya adalah para PKL masih berjualan di tempat yang sudah dilarang. Sehingga para Satuan Polisi Pamong Praja harus selalu memantau dan malakukan Razia di daerah-daerah yang telah dilarang.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Dynamic Governance, Pedagang Kaki Lima, Kota Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126682</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 14:37:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-26 08:51:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>