<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126640">
 <titleInfo>
  <title>GEOLOGI DAN ANALISIS BATUAN ASAL (PROVENANCE) BATUPASIR FORMASI KOTABAKTI KECAMATAN TRIENGGADENG, KABUPATEN PIDIE JAYA, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BELLA RISNI AMELDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Analisis geologi dan batuan asal (provenance) dibutuhkan dalam memahami sejarah geologis suatu wilayah dan kondisi lingkungan sedimen di masa lalu. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Banda Aceh, daerah Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya merupakan bagian dari Formasi Kotabakti (Tukt) yang terdiri dari batulumpur, batulanau gampingan, batupasir, konglomerat, batu gamping dan tufa yang berumur Miosen. Jenis batuan tersebut terkait dengan evolusi tektonik cekungan dan evolusi batuan dasar. Namun sejauh ini belum ada studi tentang provenance di formasi kotabakti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis provenance di formasi kotabakti dengan batasan permasalahan pada jenis batupasir. Lokasi penelitian tersebut terletak pada 5°13’39,33” – 5°10’50,88” Lintang Utara dan antara 96°7’6,79” – 96°9’49,78” Bujur Timur dengan luasan daerah kurang lebih 25 km². Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode geologi untuk pengambilan sampel batuan, metode petrografi untuk analisis kandungan mineral yang terdapat pada sampel batuan, dan metode QFL untuk analisis jenis provenance. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh satuan geomorfologi daerah penelitian terbagi atas satuan bentuk lahan denudasional D5, denudasional D6, fluvial F1, fluvial F4, dan struktural S10. Litologi formasi kotabakti terdiri dari batupasir, batulanau, batupasir karbonatan serta batulanau karbonatan. Provenance batupasir pada formasi kotabakti berasal dari tatanan tektonik Magmatic Arc.&#13;
Kata kunci: Pemetaan Geologi, Provenan, Batupasir, Kotabakti, QFL</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126640</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 12:10:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-25 22:07:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>