<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126399">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN INDEKS KERAWANAN TANAH LONGSOR DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMAD</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanah longsor adalah peristiwa alam dimana satu massa tergelincir terhadap massa yang &#13;
lain, disebabkan oleh tidak kuatnya gaya lekat (resisting force) antar lapisan tanah dalam &#13;
menahan perubahan massa tersebut. Kerugian yang dialami manusia akibat dari terjadinya tanah &#13;
longsor mencakup material dan korban jiwa, bencana tanah longsor juga dapat merusak &#13;
prasarana fisik seperti jembatan, terganggunya laju lalu lintas, dan terjadinya pendangkalan. Di &#13;
Provinsi Aceh, bencana tanah longsor sering terjadi di Kabupaten Bener Meriah, salah satunya di &#13;
Kecamatan Wih Pesam. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah peristiwa &#13;
tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah disebabkan oleh hujan berintensitas &#13;
tinggi.&#13;
Kegiatan penanggulangan bencana alam yang selama ini dilakukan masih bersifat pada &#13;
tindakan darurat, yaitu tindakan yang sifatnya sementara pada saat dan sesudah terjadinya suatu &#13;
bencana. Sementara tindakan preventif yang dilakukan pada saat sebelum terjadinya bencana &#13;
masih sangat jarang dilakukan. Padahal tindakan ini sangat penting dilakukan guna mencegah &#13;
terjadinya korban jiwa dan kerugian material pada saat terjadinya suatu bencana. Oleh sebab itu &#13;
pentingnya dilakukan pemetaan tingkat kerawanan tanah longsor untuk memberikan informasi &#13;
bagi masyarakat maupun pihak berwenang untuk memungkinkan pengembangan strategi yang &#13;
lebih efektif dalam mengurangi dampak bencana dan mengetahui daerah-daerah yang rentan &#13;
terhadap longsor serta membantu dalam menentukan prioritas tindakan mitigasi. &#13;
Pemetaan dilakukan dengan menganalisis beberapa faktor penyebab terjadinya bencana &#13;
tanah longsor seperti faktor kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah serta penggunaan lahan.&#13;
Analisis data spasial penentuan tingkat kerawanan tanah longsor menggunakan tools Weighted &#13;
overlay. Pada tahap ini weighted overlay digunakan untuk memetakan indeks kerawanan tanah &#13;
longsor dengan melakukan tumpang susun (overlay) peta-peta berdasarkan bobot dan skor setiap &#13;
kelas parameter penyebab longsor. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah peta &#13;
lereng, peta jenis tanah, peta curah hujan dan peta penggunaan lahan.&#13;
Kecamatan Wih Pesam memiliki luas 5.931,14 Ha. Berdasarkan hasil analisis Kecamatan &#13;
memiliki 3 kelas kerawanan longsor yaitu agak rawan, rawan, dan sangat rawan. Kelas agak &#13;
rawan memiliki luasan 635,09 Ha dengan persentase 10,71 %, Kelas rawan memiliki luasan &#13;
3.726,86 Ha dengan persentase 62,84 % sedangkan kelas sangat rawan memiliki luasan yaitu &#13;
1.569,18 Ha dengan persentase 26,46 %. Sebagian besar luas Kecamatan Wih Pesam termasuk &#13;
dalam kelas kerawanan longsor rawan, sedangkan luasan yang agak rawan merupakan bagian &#13;
yang lebih kecil. Desa-desa yang tergolong sangat rawan antara lain : Bener Ayu, Bener Mulie, &#13;
Blang Benara, Blang Kucak, Bukit Pepanyi, Burni Telong, Cinta Damai, Gegerung, Jamur &#13;
Ujung, Jamur Uluh, Lut Kucak, Mekar Jadi Ayu, Pante Raya, Simpang Antara, Simpang Balek, &#13;
Simpang Teritit, Suka Jadi, Suka Makmur, Suka Ramai Atas, Syura Jadi, Wih Pesam, Suka &#13;
Makmur Timur, Suka Ramai Bawah, dan Merie I. Oleh karena itu pentingnya pemantauan dan &#13;
tindakan pencegahan di daerah yang rawan longsor untuk mengurangi risiko bencana, penting&#13;
dilakukan secara berkala&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126399</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 13:13:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 13:59:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>