<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="126319">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tiara Sakinah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang cukup serius yaitu ketika insulin tidak dapat diproduksi secara adekuat oleh pankreas. Diabetes banyak dialami oleh masyarakat Indonesia dan juga menjadi masalah kesehatan dunia, sehingga saat ini menjadi sebuah prioritas dalam menurunkan kasus penyakit ini. Prevalensi penyakit Diabetes Melitus (DM) kian meningkat di bermacam negara khususnya Diabetes Melitus tipe 2. kenaikan tertinggi terjadi pada negara berpenghasilan menengah kebawah di Kawasan Asia Tenggara dan Asia Barat. Menurut International Diabetes Federation (IDF) 1 diantara 16 orang dengan rentang umur 20-79 tahun di Indonesia merupakan penderita Diabetes Melitus. Berdasarkan jumlah tersebut IDF memperkirakan akan terus meningkat sebesar 31% dalam jangka waktu 15 tahun kedepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor risiko dengan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUDZA Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non-probability sampling. Terdapat 94 sampel pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat inap dari Januari hingga Juli 2023 yang sesuai kriteria inklusi. Faktor risiko yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga (genetik), Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kadar profil lipid abnormal (dislipidemia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia &gt;45 tahun merupakan faktor risiko yang berhubungan terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin, riwayat keluarga, IMT, dan dislipidemia dengan kejadian diabetes melitus tipe 2.&#13;
Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, faktor risiko, usia.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DIABETES MELLITUS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.462</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>126319</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 09:47:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-23 11:03:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>