<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125918">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN LAHAN KRITIS DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DI KECAMATAN BENDAHARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AS SHADIQI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena banjir yang sering terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang mengindikasikantelah terjadi penurunan fungsi hidrologi dari DAS. Hal ini jugaterjadidari semakin luasnya lahan kritis atau lahan yang telah mengalami degradasi atau penurunan kualitas tanah. Penelitian ilmiah tentang lahan kritis di wilayah ini belum ada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanamenggunakanmetode skoring dan overlay serta bagaimana persebaran lahankritis di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang&#13;
Dalam penelitian ini menggunakan metode skoring dan overlay untuk mengetahui bagaimana menentukan lahankritis. Metode Skoringdan Overlay merupakan analisis spasial dengan menggunakan teknik overlay beberapa peta yang berkaitan dengan faktor- faktor yangberpengaruh terhadap penilaian kerentanan. Skoring didasarkan atas pembobotan berdasarkan parameter yang telah ditentukan oleh Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Nomor: SK.306/MENLHK/PDASHL/DAS.0/7/2018 tentang Tata Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis. Parameter tersebut meliputi penutupan lahan terbaru, tingkat bahaya erosi, kemiringan lereng, dan fungsi Kawasan hutan.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persebaran lahan kritis di Kecamatan Bendaharaterdapattigakelas, yaitukelastidak kritis yang paling mendominasi dengan luas 11.008,26 ha dengan persentase 85,05% dari total luas Kecamatan Bendahara. Lalu yg paling kecil sebarannya ada pada kelas potensial kritis seluas 631,59 ha dengan persentase 4,87%. Selanjutnya pada kelas agak kritis dengan luas 1.302,34 ha dengan persentase 10,06%. Pada umumnya kondisi tutupan atau penggunaan lahan yang buruk dan tingkat bahaya erosi yang tinggi sangat berpengaruh terhadap suatukondisi lahan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125918</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-19 17:14:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-22 09:44:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>