<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="125363">
 <titleInfo>
  <title>PENAMBAHAN TEPUNG AZOLLA SP. DAN TEPUNG MAGGOT DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN PATIN (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salmiati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pakan merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya ikan. Salah satu jenis pakan alternatif yaitu tepung tumbuhan air yaitu Azolla dan maggot yang berasal dari lalat Black Soldier Fly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelangsungan hidup dan performa pertumbuhan benih ikan patin Pangasius hypophthalmus yang diberikan tepung azolla dan tepung maggot pada komposisi pakan benih ikan patin, di laboratorium Pembenihan dan Pembiakan ikan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdari dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan pada percobaan yaitu P1 (kontrol 0%) P2 (tepung azolla 30% + tepung maggot 15%) P3 (tepung azolla 25% + tepung maggot 20%) P4 (tepung azolla 25% + tepung maggot 25%) P5 (tepung azolla 20% + tepung maggot 25%) P6 (tepung azolla 15% + tepung maggot 30%). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan patin dengan bobot 2–4 gram dengan padat tebar 18 ekor per wadah, waktu pemeliharaan selama 42 hari. Adapun parameter yang diukur meliputi: Berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan, efisiensi pakan, kelangsungan hidup dan feed confertion ratio (FCR). Berdasarkan hasil penelitian, pemberian tepung azolla dan tepung maggot memberikan hasil yang berpengaruh nyata (P0,05) terhadap efisiensi pakan dan feed conversion ratio. Perlakuan P2 30%+15% juga memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan berat mutlak yaitu sebesar 5,77+0,63 g, panjang mutlak yaitu sebesar 5,24%+0,30 cm, dan nilai kelangsungan hidup yaitu sebesar 98%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kombinasi antar tepung azolla dan maggot pada pakan dengan konsentrasi 30% azolla + 15% maggot memberikan performa terbaik pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>125363</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 12:18:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-17 15:48:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>