<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123420">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI ALPHA SMOOTH MUSCLE ACTIN PADA JARINGAN TESTIS TIKUS WISTAR YANG DIBERIKAN PGF2 ALFA MENGGUNAKAN TEKNIK IMUNOHISTOKIMIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Bintang Pariansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Pemberian hormon PGF2α dapat meningkatkan kualitas spermatozoa melalui peningkatan kontraktilitas sel-sel otot polos pada jaringan testis. Peningkatan kontraktilitas sel-sel otot polos pada jaringan testis diduga dapat meningkatkan ekspresi protein Alpha-SMA. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi dan peningkatan ekspresi Alpha-SMA pada organ testis tikus Wistar setelah pemberian PGF2α yang dideteksi menggunakan metode imunohistokimia (IHK). Penelitian ini menggunakan 15 tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan dan dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan (masing masing n=3) yakni kelompok kontrol (P0): koleksi testis dilakukan 30 menit setelah injeksi 0,5 NaCl 0,9%; kelompok 1 (P1): 30 menit setelah injeksi 2,5 mg PGF2α;  kelompok 2 (P2): 60 menit setelah injeksi 2,5 mg PGF2α; kelompok 3 (P3): 90 menit setelah injeksi 2,5 PGF2α; dan kelompok 4 (P4): 120 menit setelah injeksi 2,5 mg PGF2α. Sampel testis diproses menjadi preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan IHK metode avidin biotin complex peroxidase (ABC method). Distribusi Alpha-SMA dianalisis secara deskriptif, sedangkan perbedaan ekspresi Alpha-SMA dinilai dengan pemberian skor intensitas (intensity score) lalu hasilnya dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alpha-SMA terdeteksi positif pada sel myoid peritubular pada membran basal tubulus seminiferus, dinding buluh darah, dan jaringan ikat. Berdasarkan uji statistik, ekspresi Alpha-SMA pada sel myoid peritubular dan jaringan ikat testis tikus P2 (interval pemberian 60 menit) berbeda nyata dengan kelompok perlakuan lainnya (P0, P1, P3, dan P4) (P0,05). Disimpulkan bahwa pemberian PGF2α dapat meningkatkan ekspresi Alpha-SMA pada sel myoid peritubular dan jaringan ikat testis dengan interval waktu pemberian  PGF2α terbaik adalah 60 menit. &#13;
&#13;
Kata kunci: Alpha-SMA, IHK, PGF2α, testis dan tikus Wistar&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123420</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-06-07 12:29:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-07 15:00:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>