<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123192">
 <titleInfo>
  <title>SLMULASL MODEL PERUBAHAN SLFAT TERMOFLSLK UDANG WINDU (PENAEUS MONODEN) MELALUI PROSES PEMBEKUAN AIR-BLAST FREEZER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tarmizi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas elxpor perikanan  andalan  pemerintah  Indonesia  Konsumen  biasanya  menginginkan udang windu yang memiliki mutu yang bagus dan masih segar. Umumnya udang&#13;
windu bersifat perisable   (mudah rusak) karna memiliki kadar air yang cukup tinggi,  sehingga membuat mutu udang windu berkurang dan  tidak layak  untuk dikonsumsi.  Untuk mengatasi  hal tersebut,  maka diperlukan penanganan  pasca panen  melalui  proses  pengawetan.  Salah satu  metode  pengawetan yang umum dilakukan adalah dengan  pembekuan pembentukan (Pembentukan kristal es). Sehingga aktivitas mikroba dan jasad renik dapat dihentikan. Pada  proses  (pembekuan) ada hal yang sangat penting untuk diketahui yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membekukan  produk  udang  windu.   Lamanya  waktu  pembekuan  menentukan struktur   produk   udang   windu   itu    sendiri.   Salah   satu   faktor   penting   yang mempengaruhi lamanya waktu pembekuan adalah     sifat termofisik bahan.   Sjfat termofisik (massa jenis,  konduktivitas panas  dan panas jenis)  akan mengalami perubahan selama penurunan suhu,   Metode yang paling sering digunakan dalam proses pembekuan ini adalah sistem tidak kontak Langsung yakni dengan  Air-Blast Freezer.  Penggunaan  Air Blast Freezer sangat  sesual  dengan keadaaan  produk yang akan dibekukan, dimana  produk diletakkan dalam ruangan kemudian dialiri udara yang bertemparatur rendah disekeLiling produk sehingga perubahan sifat termofisik yang terjadi pada produk dapat diketahui dengan baik Pembahan sifat termofisik pada udang  windu juga sangat dipengaruhi oleh keadaaan perindahan panas di dalam Air-Blast freezfr&#13;
          Penelitian ini bertujuan unttlk mensimulasikan model-model perpindahan panas untuk menentukan sifat temofisik produk udang bcku, massa efektif air dan es  laju perpindahan panas dan lamanya waktu dibutuhkan selama  pembekuan.&#13;
          HasiI  simulasi  menunjukkan  bahwa,  semakin  rendah  suhu  pembekuan, maka  semakin  kecil  massa  jenis  produk  beku  udang  windu.  Simulasi  yang  dilakukan dilakukan pada produk udang windu menunjukkan bahwa pada saat mencapai suhu -2,2 oC (titik beku udang windu ),  massa jenis  udang windu sebesar 1058.968 kg/m3 dan pada saat mencapai suhu akhir pembekuan -20,2 oC massa jenis udang windu menjadi 1005.460 kg/m3.   Begitu pula halnya dengan panas jenis produk  beku  udang  windu  juga  mengalami  penurunan  seiring  dengan  penurunansuhu selama pembekuan.  Panas jenis produk beku udang windu pada suhu titik beku -2,2 oC sebesar 104,889 kJ/kg.K dan pada saat mencapai suhu akhir pembekuan -20,2 oC panas jenis udang windu turun menjadi 3,073 kJ/kg.K.   Berbeda  dengan  sifat   temofisik  ini  (Konduktivitas  panas)  yang  mengalami  kenaikan selama penurunan suhu pada proses pembekuan.  Nilai konduktivitas panas produk pada suhu titik beku -2,2 oC sebesar 0.530 W/m.K dan pada suhu akhir pembekuan -2,2 oC naik menjadi 1,711 W/m.K.&#13;
          Penurunan  suhu  pembekuan juga  mengubah  massa  efektif air  dan  es. dimana massa efektif air menurun dan massa efektif es  naik. Pada saat mencapai titik beku -2,2 oC massa efektif air sebesar  75,10% dan massa efektif es sebesar 1 %  kemudian pada suhu akhir pembekuan -2,2 oC massa efektif air udang windu turun menjadi 6,93 % dan massa efektif es naik menjadi 69,17 %. Semakin tinggi kecepatan   udara   didalam  air-blast Freezer  maka   akan   semakin   besar  laju perpindahan kalor dan semakin cepat waktu pembekuan pada produk udang windu, dimana dengan suhu medium -40 oC,suhu pembekuan -2,2 oC,tebal isolasi  1 mm dan   kecepatan udara yang mengalir pada produk 1,2  m/dtk maka laju perpindahan kalor sebesar 5,388 W  dan walctu pembekuan selama 333,146 menit. Pada kecepatan  11  m/dtk laju perpindahan kalor naik menjadi 7,321 W   dan waktu pembekuan semakin cepat menjadi  106,044 merit.   Penambahan isolasi menyebabkan laju perpindahan kalor semakin kecil dan waktu pembekuan semakin lama.  Udang  windu yang dilapisi dengan isoLasi   setebal  I  mm pada 4  jenis isolasi dengan kecepatan udara 6 m/dtk,  maka  laju perpindahan kalor pada suhu -2,2 oC sebesar 6,916 W dan waktu pembekuan selama 143,114 menit sedangkan udang  windu yang dilapisi dengan isolasi setebal 2 mm pada 4 jenis  isolasi yang dibentuk pada lapisan selimut udang windu pada suhu yang sama -2.2 oC sebesar 45,401 W  dan waktu pembekuan selama 185,617 menit. Peningkatan suhu medium juga mempercepat  waktu pembekuan.  Udang windu dengan suhu medium -40 oC dengan kecepatan aliran udara 6 m/dtk laju perpindahan kalornya sebesar 6,916 W dan waktu pembekuan selama 143,114 menit.  Sedangkan udang windu dengan medium -35 oC laju perpindahan kalornya lebih  besar  yakni  sebesar  6,901  W  dan  waktu  pembekuan  lebih   lama  yakni 196,346  menit.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123192</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-29 11:29:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-29 11:29:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>