<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="123093">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENURUNAN DEMAND ANGKUTAN KONVENSIONAL BECAK DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NABILA YULIA ROSA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemilihan moda transportasi merupakan salah satu hal terpenting dalam perencanaan sistem transportasi online di Kota Banda Aceh. Masyarakat pada umumnya mementingkan kemudahan dalam mengakses moda transportasi sehingga mampu meningkatkan efisiensi sesuai kebutuhan perjalanan. Becak motor merupakan moda transportasi umum yang telah lama digunakan oleh masyarakat Banda Aceh. Namun kini, eksistensinya kian menurun seiring perkembangan zaman. Perubahan ini menciptakan dinamika baru dalam lingkungan transportasi kota, dimana beralihnya preferensi masyarakat ke layanan transportasi online juga mencerminkan pergeseran paradigma dalam kebiasaan mobilitas, dikarenakan solusi yang lebih modern dan terkoneksi secara digital menjadi pilihan utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis mengenai pandangan masyarakat terhadap angkutan konvensional becak dan indikator yang mempengaruhi penurunan demand angkutan konvensional becak terkait kinerja dan kepentingan menggunakan metode Importance Performance Analysis. Survei lapangan dengan kuesioner dan wawancara dilakukan kepada 114 masyarakat yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis tingkat kesesuaian responden sebesar 78,04%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan angkutan konvensional becak belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Untuk peningkatan kualitas pelayanan angkutan konvensional becak diharapkan memperbaiki atribut yang berada dalam kuadran I seperti ketersedian becak setiap waktu, lokasi pangkalan yang lebih trategis, akses pemesanan melalui SMS, tarif yang lebih sesuai dan jam operasional sesuai kebutuhan. Serta mempertahankan atribut yang berada dalam kuadran II yaitu kondisi mesin dalam keadaan aman, pengemudi taat lalu lintas, tersedia alat penerangan, kebersihan becak terjaga serta pengemudi taat pada rute yang disepakati agar kualitas pelayanan yang dirasakan pengguna lebih optimal.&#13;
&#13;
Kata kunci: Penurunan demand, angkutan konvensional becak, purposive sampling, Importance Performance Analysis</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>123093</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-05-21 16:16:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-05-22 08:13:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>