<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="122634">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN LIMBAH BUAH UNTUK PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) DENGAN VARIASL WARNA KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Farida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kompos yang salah satu penyusunnya menggunakan EM4 disebut sebagai bokasi.  Kata  bokasi  berasal  dari  bahasa  Jepang  `bokashi'  yang  artinya  bahan-bahan organik yang sudah diuraikan atau difermentasikan (Redaksi Agro Media, 2007).     Penggunaan     EM4     dalam     proses     pembuatan     bokasi     memang menguntungkan tetapi jika ditinjau dari segi biaya relatif mahal. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dicari alternatif yang lebih efektif untuk  menggantikan EM4. Salah  satunya  adalah  dengan  pembuatan  MOL  (Mikroorganisme  Lokal)  yang memanfaatkan  limbah hasil pertanian. MOL berfungsi sama dengan EM4 dalam proses pembuntan bokasi. &#13;
          Penggunaan  MOL  sebagai  biokomposer  dalan  pembuatan  bokasi  dapat membantu   proses   fermentasi   menjadi   lebih   cepat.   Biasanya,   waktu   yang dibutuhkan  untuk   proses   fermetasi   dalam   pembuatan  pupuk   organik   tanpa penambahan   starter   berkisar   2-3   bulan.   Dengan   penambahan   MOL   proses fermentasi tersebut dapat dipercepat menjadi ± 10 hari.&#13;
          Teknik pembuatan MOL antara lain diteliti oleh Purwanti (2009). Namun, hingga kini belum ada penelitian  sejauh mana MOL dapat disimpan dan masih efektif untuk  pembuntan  bokasi.  0leh  karena  itu,  dalam  penelitian  ini  diteliti pengaruh warna kemasan dan lama penyimpanan terhadap mutu MOL. Kemasan yang digunakan pada penelitian ini  adalah kemasan plastik dengan variasi warna transparan dan berwarna gelap. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  warna kemasan  dan  lama  penyinpanan  yang  terbaik  untuk  menghasilhan  MOL  dari limbah  buah-buahan  dengan   mutu  yang  baik  dan mempelajari  perubahan  mutu MOL tersebut selama penyimpanan. &#13;
          Rancangan   penelitian   yang   digunakan   merupakan   Rancangan   Petak Terpisah  (RPT)  atau Sp/i+ P/or yang terdiri  dari  Petak Utama dan Anak  Petak-Petak  Utama  adalah  jenis  kemasan  (K)  yang  terdiri  dari  2  taraf yaitu  Ki  =&#13;
kemasan plastik transparan dan K2 = kemasan plastik berwarna gelap. Anak Petak adalah lama penyimpanan (L) yang terdiri dari 7 taraf yaitu Li = 0 minggu, L2 = I minggu, L3 = 2 minggi] L4 = 3 minggu, L5 = 4 minggu, L6 = 5 minggu dan L7 = 6&#13;
minggu.  Kombinasi  dari  perlakuan  adalch  2  x  7  dengan  menggunakan  2  kali ulangan  (U)  sehingga  diperoleh  28   satuan  percobaan.  Analisis  yang  dilakukan terhadap MOL yang dihasilkan meliputi Total Cell Count (TCC), jumlah bakteri, jumlah jamur, nilai pH, dan uji organoleptik berupa uji hedonik terhadap warna dan aroma.&#13;
          Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  variasi  warna  kemasan  yang digunakan  pada  MOL  memberikan  pengaruh  nyata  (P  S  0,05)  terhadap  nilai organoleptik warna, dan berpengaruh tidak nyata (P &gt; 0,05)  terhadap   Total Cell Count  (TCC),  jumlah  bakteri, jumlah jamur,  nilai  pH,  dan  nilai  organoleptik aroma  MOL  yang  dihasilkan.  MOL  yang  disimpan  dalam  kemasan  transparan menghasilkan   warna   yang   lebih   menarik   dibandingkan   dengan   MOL    yang disimpan  dalam  kemasan  gelap.  Lama  penyimpanan  MOL  berpengaruh  sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMPOST</topic>
 </subject>
 <classification>631.875</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>122634</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-26 14:24:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-26 14:57:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>