<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="121496">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PERFORMANSI METODE ROUTING LINK-STATE DAN DISTANCE VECTOR PADA JARINGAN WLRED DALAM MENENTUKAN RUTE DENGAN RENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR-2</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teddy Juana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses pengiriman data dari  sumber ke tujuan dapat dilakukan dengan berbagai macam metode dengan harapan mendapatkan hasil yang maksinal, Dari berbagai metode routing. penelitian ini  mensimulasikan dua protocaol yaitu routing&#13;
link  state  dan  routing distance  vector.  Routing  link state  akan mengumpulkan informasi berupa bandwidth yang tersedia dalam  proses pengiriman paket data. Sedangkan routing distance vector cara yang dilakukan untuk mendapatkan  rute yaitu  dengan  menilai  jarak  Gop),  yaitu  rute  yang  memiliki  hop  yang  paling sedikitlah yang akan dipilih.  Pemasalahannya dari kedua metode routing tersebut manakah  yang  mempunyai  nilai  performansi  yang  lebih  baik  untuk  diterapkan pada penelitian ini. 0leh karena itu. tujuan dari penelitian ini adalah melakukan simulasi  untuk  mendapatkan  perbandingan tersebut.  Simulasi dijalankan dengan menggunakan   Software    netwark   Si mudaror   (NS2).    Dari    simulasi   tersebut didapatkan hasil berupa packet loss,  delay,  jitter dan throughput., Dari parameter tersebut selanjutnya dibandingkan mana yang lebih baik.Untuk mendapatkan hasil tersebut  dilakukan  pada  tiga  kondisi jaringan  diantaranya  default, failure,  dan peningkatan  beban.     Dari  penelitian  ini  didapatkan  kesimpulan  bahwa  untuk kondisi jaringan default  penggunaan  kedua jenis routing tidak menjadi masalah  pada nilai performansi, nilai yang didapatkan  tidaklah jauh berbeda. Saat kondisi jaringan failure penggunaan rounting Link state  mempunyai perfomansi yang lebin baik  dibandingkan dengan rounting distance vector.  Sedangkan pada saat kondisi jaringan   dengan   peningkatan   beban    performansi  juga   menunjukkan   bahwa performansi  Link state masih  masih  lebih optimal kecuali pada saat paket data  sebesar 4096 byte, distance vector mempunyai nilai perfomansi yang lebih baik.&#13;
&#13;
Kata kunci : routing link state, distance vector. NS2</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>121496</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 11:06:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-03-22 11:06:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>