ANALISA HIDROLIKA DAN STABILITAS LERENG SUNGAI LAWE LIANG PANGI, KABUPATEN ACEH TENGGARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA HIDROLIKA DAN STABILITAS LERENG SUNGAI LAWE LIANG PANGI, KABUPATEN ACEH TENGGARA


Pengarang

MUHAMMAD HARRIS - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0804101010102

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sungai Lawe Liang Pangi adalah salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Sungai tersebut termasuk sungai yang mempunyai permasalahan banjir hampir setiap tahun. DAS Lawe Liang Pangi mempunyai luas 14,45 km dan kemiringan sungai 0,0126. Kejadian banjir sering berdampak pada kerugian harta, benda, maupun jiwa. Oleh karena itu, pasca kejadian banjir pada Oktober 2012, pihak Dinas Pekerjaan Umum Aceh melakukan kegiatan rekonstruksi penampang sungai agar mampu menampung debit banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kapasitas tampungan hasil rekonstruksi tersebut dan menganalisa stabilitas lereng yang terdapat di sisi badan sungai. Ruang lingkup penulisan meliputi penyebab banjir, analisis karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS), curah hujan rencana, debit banjir rencana, analisa kapasitas tampungan sungai dan stabilitas lereng. Perhitungan curah hujan dilakukan dengan metode distribusi log pearson rn dan
diperoleh hasil dengan periode ulang 25 tahun adalah 169,186 mm. Debit banjir periode ulang 25 tahun diperoleh sebesar 66,646 m'/d yang dihitung dengan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Snyder. Kapasitas sungai tidak sepenuhnya marnpu menampung debit tersebut, sehingga terjadi peluapan di beberapa titik, dengan ketinggian maksimum 0,8 m. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah penanggulangan berupa rekonstruksi, pembuatan tanggul, atau normalisasi sungai. Sementara untuk stabilitas lereng, nilai faktor aman yang diperoleh adalah 0.634 untuk titik TO dan 0,658 untuk titik T02. Nilai tersebut menunjuk.kan bahwa lereng tidak aman dari keruntuhan, sehingga juga perlu ditanggulangi dengan cara pembuatan berm, pengurangan kemiringan lereng, atau perkuatan lereng.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK