<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119829">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  PERBEDAAN  FAKTOR AIR SEMEN (FAS) TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS  BETON BUSA (FOAMED CONCRETE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mawaddah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton  busa  (foamed  concrete)  merupakan  salah  satu jenis  dari  beton ringan  yang  bahan  campurannya   terdiri  dari  semen,  air,  dan  busa  (foam). Penelitian beton busa ini clilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor air semen (FAS) terhadap  sifat-sifat  mekanis  (mechanical  properties)  beton busa seperti kuat  tekan,  kuat tarik belah,  kuat tarik  lentur (modulus  runtuh),  dan  modulus elastisitas.  Parameter  yang  diteliti  dalam  penelitian  ini dibatasi pada FAS  0,5 dengan 3   variasi  berat jenis  (specific gravity, SG) yaitu  1,0;  1,2; dan  1,4 serta FAS 0,4 dan 0,6 dengan 2 variasi berat jenis  yaitu  1,2  dan  1,4. Pengujian sifat mekanis yang dilakukan terdiri dari uji  tek.an (compression  test) menggunakan benda uji kubus  dengan ukuran I0 cm x  10 cm x  10 cm sebanyak 27 benda uji, uji belab silinder (split cilinder test) menggunakan benda uji  silinder dengan diameter 15  cm clan tinggi  30 cm  sebanyak 21   benda  uji,  serta uji  lentur  (flexure  test) menggunakan  benda uji balok dengan ukuran 40 cm x 10 cm x 10 cm sebanyak 21 benda uji.  Semua pengujian  dilakukan  pada  saat   beton busa berumur 28  hari kecuali pada pengujian kuat tekan untuk FAS 0,5 dengan SG 1,0 dilakukan pada umur 7,  14, dan  28 hari.  Hasil penelitian  menunjukkan bahwa perbedaan nilai FAS berpengaruh terhadap sifat-sifat mekanis beton busa.  Hasil pengujian untuk FAS 0,4 dengan 2 variasi  SG yaitu  1,2 dan  1,4  pada umur 28 hari diperoleh peningkatan kuat tekan  193%, kuat tarik belah 152%, kuat tarik lentur 231 %, dan modulus elastisitas 3 I  I%. Untuk FAS 0,5 dengan 3 variasi SG yaitu  1,0;  1,2, dan 1,4  pada umur 28 bari diperoleh  peningkatan kuat tekan  l 82%, kuat  tarik  belah 102%,  kuat tarik lentur  134%,  dan modulus elastisitas 206%.  Untuk FAS 0,5 SG 1,0 dengan 3 variasi  umur uji yaitu 7, 14, dan 28 hari diperoleh peningkatan  kuat tekan 127% pada umur uji 28 hari. Untuk FAS 0,6 dengan 2 variasi SG yaitu l,2 dan.  1,4  pad.a umur 28 hari  diperoleh  peningkatan  kuat tekan 217%, kuat tarik belah 158%, kuat tarik lentur 239%, dar. modulus elastisitas 66%.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119829</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-26 16:33:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-26 16:33:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>