<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119751">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINYAK CEMPAKA KUNING (MICHELIA CHAMPAKA L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH, ABTS, DAN FRAP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurfaizah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Radikal bebas dalam tubuh manusia berkontribusi terhadap banyak gangguan penyakit pada manusia. Antioksidan berperan sebagai penangkal radikal bebas dengan cara menghambat oksidasi dari radikal bebas itu sendiri. Tanaman cempaka kuning telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan namun masih terbatas dalam bentuk minyak atsiri. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan aktivitas antioksidan minyak cempaka kuning. Metode pengujian antioksidan yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan 3 metode yaitu, metode DPPH (2.2-difenill-1pikrilhidrazil), ABTS (3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid) dan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Hasil karakterisasi minyak cempaka kuning secara organoleptis yaitu berwarna kuning, berbau khas cempaka, dan berbentuk cair. Nilai bobot jenis minyak cempaka kuning sebesar 0.9888 g/mL dan nilai indeks bias sebesar 1.5070 serta memenuhi semua persyaratan nilai SNI 8582-2018. Parameter yang digunakan dalam penentuan aktivitas antioksidan yaitu dengan menentukan nilai IC50 dari ketiga metode. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah nilai IC50 dengan menggunakan metode DPPH sebesar 81.07 ppm, metode ABTS sebesar 69.57 ppm, sementara metode FRAP sebesar 133.92 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada metode ABTS karena menunjukkan nilai IC50 terkecil dibandingkan metode lainnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119751</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-25 13:22:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-25 15:03:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>