<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118714">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN EKSTRAKSI GIGI ANTARA MENDENGARKAN MUSIK KLASIK DAN MUROTTAL AL-QUR’AN DI PUSKESMAS MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2023</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syarvina adinda andri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang : Ekstraksi gigi adalah prosedur yang dapat memicu kecemasan &#13;
pada pasien, dan berdampak negatif pada pengalaman pelayanan kesehatan gigi. &#13;
Sebagai alternatif non-farmakologis, penggunaan musik klasik dan murottal Al&#13;
Qur'an menjadi fokus untuk mengurangi kecemasan pasien sebelum prosedur &#13;
ekstraksi gigi. Tujuan : Untuk menentukan apakah terdapat perbedaan dalam &#13;
tingkat kecemasan pasien antara kelompok mendengarkan musik klasik dan &#13;
kelompok yang mendengarkan murottal Al-Qur'an sebelum dilakukan prosedur &#13;
ekstraksi gigi di Puskesmas Meuraxa Banda Aceh. Metode : Menggunakan quasi &#13;
eksperimental dengan desain penelitian Pretest dan Post test design menggunakan &#13;
kuesioner Modified Dental Anxiety Scale (MDAS). Sampel penelitian terdiri dari 40 &#13;
subjek yang menjalani ekstraksi gigi dengan masing-masing terapi dibagi menjadi &#13;
20 subjek. Hasil : Persentase kecemasan tertinggi  terdapat pada pasien perempuan &#13;
sebanyak 5 orang (25%) dengan terapi musik klasik dan 3 orang (15%) murottal &#13;
Al-Qur’an. Kecemasan tertinggi terdapat pada kelompok usia 22-27 tahun. Hasil &#13;
uji statistik terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan &#13;
setelah penerapan terapi musik dan murottal Al-Qur’an menggunakan uji wilcoxon &#13;
p=0,00 (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118714</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-26 15:54:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 11:15:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>