<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118616">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA BIOKOMPOSIT HIDROKSIAPATIT-GELATIN SEBAGAI KANDIDAT BIOMATERIAL SCAFFOLD</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tiara Fischa Patricia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Biokomposit merupakan material yang berasal dari campuran antara dua material berbeda atau lebih yang berasal dari makhluk hidup atau sumber daya yang dapat diperbaharui dengan masing-masing material yang memiliki sifat mekanik berbeda. Rekayasa jaringan di dalam kedokteran gigi dapat digunakan pada operasi bedah maksilofasial, bidang periodontologi dan implantologi gigi, dan khususnya untuk meregenerasi struktur jaringan yang memiliki kemampuan regenerasi kurang baik. Salah satu bagian dari rekayasa jaringan adalah scaffold. Scaffold merupakan salah satu pemegang kunci keberhasilan di dalam rekayasa jaringan. Material yang dapat digunakan sebagai scaffold salah satunya ialah hidroksiapatit dan gelatin. Kombinasi komposit hidroksiapatit-gelatin lebih efektif dalam memicu reaksi osteoblast. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi rasio biokomposit hidroksiapatit-gelatin terhadap karakteristik fisikokimia meliputi kemampuan degradasi, swelling, porositas dan densitasnya sebagai kandidat biomaterial scaffold. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris yang menggunakan 20 buah spesimen biokomposit hidroksiapatit-gelatin dengan rasio 7:3, 6:4, 5:5, 4:6, dan 3:7. Sampel dikarakterisasi untuk melihat gugus fungsi dengan FTIR kemudian dilanjutkan uji fisikokimia meliputi uji degradasi, swelling, porositas dan densitas dengan melakukan perendaman sampel didalam larutan fisiologis NaCl dan dilakukan penimbangan berat awal, berat setelah 2 jam, berat di udara dan berat sampel setelah 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan laju degradasi, swelling dan penurunan densitas sampel seiring bertambahnya komponen gelatin. Hasil porositas yang didapat memiliki rata-rata yang hampir mirip antar satu rasio dengan rasio lainnya. Hasil analisis data menunjukkan pengaruh variasi rasio biokomposit hidroksiapatit-gelatin pada uji swelling dan tidak terdapat pengaruh variasi rasio biokomposit hidroksiapatit-gelatin pada uji degradasi, porositas dan densitas. Dibandingkan dari seluruh rasio dapat disimpulkan bahwa biokomposit hidroksiapatit-gelatin dengan rasio 7:3 lebih sesuai untuk dijadikan sebagai kandidat biomaterial scaffold</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118616</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 16:05:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 08:55:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>