<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118513">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN KECEPATAN PENYEMBUHAN PASCA OPERASI RUPTUR TENDON ACHILLES YANG DIIMOBILISASI DENGAN GIPS DAN SPALK BERDASARKAN GAMBARAN MIKROSKOPIK PADA KELINCI LOKAL (LEPUS DOMESTICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aqilaputroe Andhara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Tendon Achilles adalah tendon yang paling umum terjadi ruptur. Imobilisasi pasca operasi ruptur tendon Achilles dilakukan untuk menghasilkan pemulihan fungsional dan mempersingkat waktu rehabilitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kecepatan penyembuhan pasca operasi ruptur tendon Achilles yang diimobilisasi dengan gips dan spalk berdasarkan gambaran mikroskopik pada kelinci lokal (Lepus domestica). Metode penelitian ini berupa penelitian jenis eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Tiga puluh tikus berusia 3-4 bulan dipilih untuk perlakuan cedera tendon Achilles pada ekstremitas caudal kanan. Setelah menjahit ujung AT bersama dengan metode “Kessler” yang dimodifikasi (Prolene 5–0). Sayatan kulit dipotong dan dijahit dengan benang 1-0. Kelinci dibagi menjadi dua metode imobilisasi (kelompok gips dan spalk), serta kontrol untuk membandingkan morfologi sel, susunan kolagen, substansi seluler, dan vaskularisasi terhadap proses penyembuhan tendon. Penelitian dilakukan 21 hari dengan pengamatan pada hari ke 7, 14, dan 21. Hari ke 7 menunjukkan imobilisasi gips 5,87 ± 0,76 dibandingkan spalk 5,73 ± 0,31 dan kontrol 4,60 ± 0,72. Hari ke 14 terlihat perlakuan imobilisasi gips juga masih paling tinggi 9,47 ± 0,31 dibandingkan spalk 9,33 ± 0,31 dan kontrol 6,20 ± 0,35. Saat hari ke 21 rerata perlakuan imobilisasi gips paling tinggi ada 10,33 ± 0,31 di bandingkan spalk 10,07 ± 0,12 dan kontrol 9,47 ± 0,50. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gips dan spalk tidak berpengaruh signifikan (P&gt;0.05) terhadap histologi ruptur tendon archiles, hanya pada fase awal yaitu morfologi sel yang memiliki perbedaan signifikan pada pemasangan alat imobilisasi gips dan spalk. &#13;
Kata kunci: Ruptur Tendon Achilles, Imobilisasi Gips dan Spalk, Gambaran Mikroskopik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118513</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-21 23:38:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-22 09:11:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>