<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117645">
 <titleInfo>
  <title>BELENGGU BUDAYA PATRIAKI DAN DISKRIMINASI GENDER PADA PENERAPAN ADAT GAYO RN(STUDI PADA KAMPUNG BALE MUSARA, BENER MERIAH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Susi Pinte Nate</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Patriaki memandang laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama, dan menetapkan peran serta tanggung jawab laki-laki dan perempuan. Pembatasan yang dialami perempuan pada masyarakat Gayo sebagai akibat dari konstruksi sosial patriaki. Norma-norma, nilai-nilai, dan adat sumang yang terkait dengan patriaki dan menjadi belenggu bagi perempuan. Membatasi kebebasan, hak, dan partisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat Gayo kampung Bale Musara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan nilai-nilai budaya dan tradisi adat  yang memperkuat pola patriaki dan diskriminasi gender pada masyarakat Gayo. Menganalisis fenomena tersebut penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial gender Raewyn Connell. Metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi sosial patriaki dalam adat Gayo menciptakan ketidaksetaraan gender. Praktik adat budaya sumang sebagai bagian dari identitas masyarakat, menjadi belenggu yang mempertahankan dan memperkuat sistem patriaki. Menghambat partisipasi penuh perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang kompleksitas belenggu budaya dan dampaknya terhadap diskriminasi gender dalam penerapan adat masyarakat Gayo. Belenggu budaya patriaki dan konstruksi sosial gender memainkan peran penting dalam membentuk dinamika gender yang terlihat dalam interaksi sehari-hari, struktur sosial, dan pengambilan keputusan di dalam masyarakat. nilai-nilai budaya yang melekat dalam tradisi adat masyarakat Gayo mengakar pada norma yang memberikan dominasi pada laki-laki. Budaya sumang berperan dalam pembagian peran tradisional antara laki-laki dan perempuan.&#13;
Kata Kunci:  Patriaki, Konstruksi Sosial, Adat Sumang Gayo.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117645</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 15:13:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 16:15:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>