<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117421">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN  EFEK ANTIFUNGAL  EKSTRAK  ETANOL KULIT, BIJI,  DAN DAGING BUAH ANGGUR (VILIS  VINIFERA) TERHADAP   PERTUMBUHAN  CANDIDA  ALBICANS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jenifer Junita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kandidiasis   oral  merupakan   infeksi jamur   yang  paling  sering  terjadi  di  rongga mulut   yang   disebabkan    oleh   Candida    albicans    (C.  albicans).    Terapi   yang digunakan   untuk  mengobati  kandidiasis   adalah  dengan  menggunakan   antifungal baik yang  berasal  dari sintetik  seperti  nistatin  maupun  tanaman  herbal.  Flavonoid dan  tanin   merupakan   senyawa   yang   memiliki   efek  antifungal.   Anggur   adalah salah  satu  tanaman   yang  mengandung    flavonoid   dan  tanin,   sehingga   memiliki potensi  efek  antifungal.   Oleh  karena  itu, dilakukan   penelitian   ini yang  bertujuan untuk  mengetahui perbandingan    efek  antifungal   ekstrak   etanol   kulit,   biji,  dan daging  buah anggur  (Vitis  vinifera)  terhadap  pertumbuhan   C. albicans.  Kulit,  biji, dan  daging   buah  anggur   diekstraksi   dengan metode   sokletasi.   Ekstrak  tersebut diuji efek  antifungal terhadap   C. alb icons  dengan  menggunakan Standort   Plate Count,   untuk  mengetahui   KHM  (Kadar   Hambat   Minimum)   dan  KBM   (Kadar Bunuh Minimum)   buah anggur.   Hasil  penelitian ini  menunjukkan    bahwa   buah anggur   memiliki   efek  antifungal   terhadap   C. albicans   ditandai   dengan   adanya penurunan  jumlah  koloni  dari setiap  konsentrasi   pada  setiap  ekstrak.   Sementara itu nilai KHM dari kulit, biji dan daging  buah anggur  adalah  sebesar  5 ml/ml,  3,75 ml/ml,   dan   5  ml/ml,   serta   tidak   ditemukan    adanya    nilai  KBM.   Dari  basil penelitian  ini  dapat  disimpuIkan   bahwa  ekstrak  daging   buah  anggur     rnemiliki efek antifungal  terbesar,  disusul  biji dan kulit.&#13;
&#13;
&#13;
Kata  Kunci  :  Candida  albicans,  kulit  buah anggur,  biji buah anggur,  daging  buah anggur,  Vitis vinifera.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117421</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-27 12:30:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-27 12:30:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>