<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="117359">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  LAMA WAKTU PENYEDUHAN  MINUMAN TEH ROSELARNTERHADAP  KEKASARAN  PERMUKAAN  RESIN KOMPOSIT NANORNPARTIKEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizky Yanuar Ichsan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Resin   komposit   adalah   tumpatan    sewarna   gigi  yang   banyak   digunakan   karena mempunyai   sifat   estetik.  Namun   resin   komposit   mempunyai   kekurangan   seperti mudah  menyerap  air dan  asam  sehingga  dapat  menyebabkan kekasaran  permukaan . Konsumsi  teh  rosela  yang  bersifat  asam  akhir-akhir   ini sangat  populer.  Kandungan asam  dalam  teh  ini diduga  dapat   menyebabkan   kekasaran   pada  permukaan   resin komposit.  Tujuan   penelitian   ini  adalah   untuk  mengetahui   pengaruh   lama  waktu penyeduhan  minuman  teh rosela terhadap  kekasaran  permukaan resin komposit  nano partikel.      Dalam   penelitian    ini,   30   spesimen   dibagi   ke   dalam   tiga   kelompok perendaman yaitu  dalam  aquades,  teh  rosela  yang  diseduh  5  menit  dan  teh  rosela yang diseduh  15  menit. Tiap - tiap kelompok  terdiri  dari 10 spesimen.  Uji kekasaran permukaan   (dengan  menggunakan   Surface   Roughness   Tester  Mitotuyo   sj  201  p) dilakukan  sebelum  dan   sesudah  perendaman.  Perendaman  pada   tiap  kelompok dilakukan    secara   berurutan.   Perendaman    dilakukan    10   kali   siklus.   Tiap   siklus direndam  pada  masing  -  masing  larutan  tiap  kelompok  selama  5  detik,  kemudian dilanjutkan   dalam   saliva   buatan   selama   5   detik.   Analisa   data   statistik   untuk mengetahui  perbedaan  nilai  kekasaran  sebelum  dan  sesudah  perendaman   digunak an uji t.  Sedangkan  untuk  mengetahui  perbedaan    nilai  kekasaran  sesudah  perendaman antara berbagai  larutan digunakan  uji one-way Anova dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc.  Hasil yang  diperoleh   dari  uji  t  hanya  kelompok  pertama    dan  Ketiga  yang menghasilkan   perbedaan   nilai  kekasaran   yang   bermakn a  (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>117359</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-24 10:05:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-24 10:05:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>