<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116894">
 <titleInfo>
  <title>UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SERAI (CYMBOPOGON CITRATUS (DC.) STAPF) TERHADAP PERTUMBUHAN METISILIN-RESISTEN STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurrisqha Hasanah Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyakit infeksi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling mengkhawatirkan terutama terkait dengan resistensi mikroba. Salah satu mikroba resisten yang umumnya menyebabkan infeksi baik di rumah sakit maupun masyarakat berasal dari kelompok Staphylococcus sp., yaitu Staphylococcus aureus. Hal ini dikarenakan munculnya strain bakteri ini yang resisten terhadap golongan penisilin atau lebih dikenal dengan bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Menyikapi masalah resistensi, sudah banyak dilakukan studi terkait antimikroba dari bahan alam untuk mengatasi resistensi dari bakteri MRSA. Salah satu bahan alam yang diperkirakan memiliki aktivitas antibakteri adalah tumbuhan serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Penelitian ekperimental menggunakan daun ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 kali pengulangan, yang terdiri dari 6 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri kelompok kontrol negatif (DMSO dan aquades steril) dan kelompok ekstrak etanol daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) dengan konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, dan 75%. . Pada uji fitokimia ekstrak etanol daun serai, setiap senyawa bioaktif menunjukkan hasil positif, kecuali pada uji senyawa alkaloid. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun serai dengan konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, dan 75% masing-masing memiliki daya hambat terhadap MRSA dengan diameter zona hambat rata-rata 6,434mm, 6,732mm, 7,064mm, 7,350mm, dan 7,630mm. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan one way ANOVA pada taraf kepercayaan 95% dan hasil uji menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan yaitu p=0.000 (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116894</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-08 20:30:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-09 08:11:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>