<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116771">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA DAN ANTIARTRITIS GOUT KANDUNGAN BIOAKTIF DARI BUAH BATOK (LIMONIA ACIDISSIMA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rika Yusnaini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Matematika Dan Aplikasi Sains Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hiperurisemia adalah peningkatan konsentrasi asam urat serum (AUS) &gt; 7 mg/dL pada pria dan &gt; 6 mg/dL pada wanita. Hiperurisemia disebabkan oleh peningkatan produksi atau defisiensi pengeluaran asam urat. Perubahan homeostasis asam urat serum berhubungan dengan sejumlah penyakit seperti gout artritis, penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan penyakit ginjal. Kristalisasi monosodium urat di dalam sendi dan jaringan dapat menyebabkan respon inflamasi, oleh karena itu tujuan dari pengobatan klinis gout adalah untuk menurunkan tingkat asam urat serum dan menyembuhkan inflamasi. Pengobatan asam urat melibatkan penggunaan agen terapeutik, seperti inhibitor xantin oksidase yang bekerja dengan menghalangi konversi purin menjadi asam urat atau meningkatkan ekskresi asam urat. Obat-obatan seperti allopurinol dan benzbromarone selama ini digunakan memiliki efek samping seperti hepatitis dan kerusakan fungsi ginjal, hipersensitivitas, dan lain-lain setelah penggunaan jangka panjang. Oleh karena itu pengembangan produk alam untuk mencegah dan mengobati hiperurisemia dan gout artritis sangat menarik untuk diteliti. Salah satu tanaman yang memiliki banyak kandungan senyawa metabolit sekunder adalah buah batok (Limonia acidissima L.) Penelitian ini dilakukan untuk melihat aktivitas antihiperurisemia dan antiartritis gout dari ektrak buah Limonia acidissima L. Maserasi dilakukan menggunakan pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya (nheksana, etil asetat, etanol dan metanol). Kandungan senyawa ekstrak daging buah L. acidissima dianalisis melalui skrining fitokimia dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Uji Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan uji antioksidan dilakukan untuk menganalisis sifat toksisitas dan potensi antioksidan dari ekstrak. Kajian bioinformatika dilakukan untuk menilai interaksi ligan (senyawa) buah L. acidissima dengan xantin oksidase dan protein transporter urat secara in silico. Analisis aktivitas antihiperurisemia dan antiartritis gout ekstrak L. acidissima dilakukan melalui uji eksperimen hewan model (tikus wistar jantan) yang diinduksi menggunakan Potasium Oksonat (PO) dan Monosodium Urat (MSU). Parameter penghambat sintesis asam urat berupa kadar asam urat serum, Blood Urea Nitrogen (BUN), Kreatinin, Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT). RT-qPCR ginjal dilakukan untuk menilai ekspresi Urate Reabsorption Transporter 1 (URAT1), Glucose Transporter 9 (GLUT9), Organic Anion Transporter 1 (OAT1) dan Organic Anion Transporter 3 (OAT3). Evaluasi aktivitas antiartritis gout menggunakan parameter perubahan ukuran sendi, pengukuran konsentrasi Tumor Necrosis Factor alpha (TNF-α) secara Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Skrining fitokimia ekstrak n-heksana, etil asetat, etanol dan metanol memperlihatkan adanya senyawa fenolik, tanin, saponin, flavonoid, steroid, terpenoid dan alkaloid, sementara analisis secara GC-MS mengidentifikasi kehadiran senyawa kelompok asam lemak yang lebih dominan (asam oleat, asam tetradekanoat, asam heksadekanoat, dan lainnya) pada ekstrak n-heksana dan etil asetat. Pada ekstrak etanol diidentifikasi kehadiran senyawa terpen, sterol seperti stigmasterol, campesterol dan γ-sitosterol dan juga kandungan steroid disamping kelompok asam lemak. Ekstrak metanol mengandung asam lemak dan kelompok ester.  Hasil uji toksisitas BSLT memperlihatkan nilai bioaktivitas terbaik dari ekstrak etanol dengan nilai Lethal Concentration-50 (LC50) 163.5392 μg/mL yang tergolong toksisitas sedang.  Aktivitas antioksidan ekstrak etanol yang dinyatakan dalam Inhibitory Concentration-50 (IC50)  memperlihatkan aktivitas antioksidan yang sangat baik dengan IC50 0,14 mg/mL. Hasil uji in silico menunjukkan afinitas ligan terhadap Peroxisome Proliferator Activated Receptor-γ (PPAR-γ) dan Fatty Acid Binding Protein 3(FABP3). Oleic&#13;
acid menunjukkan stabilitas interaksi yang paling baik terhadap PPAR-γ dan FABP3 dengan nilai afinitas masing-masing sebesar -12.54 kkal/mol dan -13.09 kkal/mol. Oleic acid berinteraksi dengan reseptor PPAR-γ membentuk ikatan hidrogen dengan asam amino Glu 343, sedangkan ligan PPAR-γ agonis membentuk ikatan hidrogen dengan asam amino Ser 289 dan Tyr 327. Oleic acid juga berinteraksi dengan reseptor FABP3 membentuk ikatan hidrogen dengan asam amino Arg 106 (2x) dan Thr 40, sedangkan ligan FABP3 agonis membentuk ikatan hidrogen dengan asam amino Arg 126. Pengujian in vivo pada tikus wistar jantan menunjukkan penurunan konsentrasi asam urat paling signifikan pada kelompok pemberian ekstrak L. acidissima 400&#13;
mg/kgBB (p:  0.05). Penurunan konsentrasi BUN signifikan pada kelompok pemberian ekstrak L. acidissima 400 mg/kgBB (p:0.007), dan konsentrasi kreatinin menurun setelah pemberian ekstrak L. acidissima 400 mg/kgBB (p:0.004), namun tidak ada&#13;
perbedaan signifikan perubahan konsentrasi BUN dan kreatinin antar kelompok (p&gt; 0.05). Hasil uji statistik didapatkan tidak ada perbedaan ekspresi mGlut9b antara kelompok allopurinol dengan kelompok ekstrak L. acidissima 200 mg dan kelompok ekstrak L. acidissima 400 mg (p &gt; 0.05).  Tidak ada perbedaan ekspresi mGlut9b antara kelompok normal dengan kelompok allopurinol, kelompok ekstrak L. acidissima 200 mg dan kelompok ekstrak L. acidissima 400 mg (p &gt; 0.05). Sehingga dapat disimpulkan pemberian ekstrak L. acidissima dosis 200 mg dan 400 mg mampu mempengaruhi ekspresi mGlut9 sama baiknya dengan allopurinol. Hasil yang sama ditunjukkan pada ekspresi Organic Anion Transporter 1 (OAT1) dan Organic Anion Transporter 3 (OAT3). Sementara ekspresi Urate Transporter 1 (URAT1) memperlihatkan hasil yang berbeda dimana pemberian ekstrak L. acidisssima memperlihatkan efek peningkatan ekspresi URAT1. &#13;
Pengujian aktivitas antiartritis gout memperlihatkan ukuran edema sendi mulai berkurang setelah 48 jam pada kelompok yang diberikan ekstrak etanol L. acidissima, lebih cepat daripada kelompok tikus artritis gout yang diberikan obat standar. Kelompok L. acidissima 400 mg menunjukkan penurunan edema yang paling signifikan dibandingkan kelompok lainnya dengan nilai TNF-α (2.31±0.14 pg/mL), didukung dengan nilai ada perbedaan kadar TNF-α antara ekstrak L. acidissima pada konsentrasi 200 mg dan 400 mg dengan kelompok Indometasin (p&lt; 0.05). Ekstrak daging buah L. acidissima memiliki aktivitas antihiperurisemia dan antiartritis gout sehingga dapat dikembangkan sebagai agen antihiperurisemia dan antiartritis gout untuk aplikasi klinis.  &#13;
&#13;
Kata kunci: Artritis gout, Limonia acidissima L., hiperurisemia, inhibitor xantin oksidase, transporter urat ginjal</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116771</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-10-20 15:26:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-10-20 15:50:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>