<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116310">
 <titleInfo>
  <title>KOMBINASI ECO-ENZYME DAN BUNGONG JEUMPA (MICHELIA CHAMPACA L.) TERHADAP AKTIVITAS ENZIM HIDROLASE DAN ANTIMIKROBA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Resa Utada Pratiwi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Kimia</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Eco-Enzyme merupakan cairan fermentasi yang dibuat dari gula, limbah buah-buahan, dan air dengan perbandingan 1:3:10. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas enzim hidrolase, antibakteri, dan uji organoleptik dari Eco-Enzyme murni dan turunannya yang ditambahkan Bungong Jeumpa. Varian Eco-Enzyme dibagi menjadi dua, yaitu asam (jeruk purut, belimbing wuluh, jeruk, jeruk bali, dan nenas) dan manis (melon, semangka, papaya, sawo, dan pisang). Fermentasi kedua Eco-Enzyme juga dilakukan dengan penambahan Bungong Jeumpa (Michelia champaca L.) sebanyak 5, 10 dan 15%. Aktivitas enzim hidrolase diuji menggunakan metode spektrofotometri dan uji antibakteri menggunakan metode Kirby-Bauer. Semua sampel diketahui memiliki aktivitas protease, lipase, amilase, dan selulase serta sifat antibakterinya. Aktivitas protease, lipase, amilase, dan selulase paling baik dari Eco-Enzyme murni antara kedua varian berturut-turut adalah Eco-Enzyme Manis (EEM) sebesar 58,31 U/mL, 8,14 U/mL, 41,67 U/mL, dan 7,47 U/mL, sedangkan Eco-Enzyme yang ditambahkan dengan Bungong Jeumpa aktivitas enzim hidrolase yang paling baik juga pada Eco-Enzyme Manis (EEM) yaitu protease 73,98U/mL, lipase 8,27 U/mL, amilase 66,99 U/mL, dan selulase 8,18 U/mL. Aktivitas antibakteri Eco-Enzyme Asam (EEA) dan Eco-Enzyme Manis (EEM) pada Staphylococcus aureus adalah 8 mm dan 7 mm, sedangkan pada Escherichia coli masing-masing 8 mm dan 8 mm. Eco-Enzyme yang ditambahkan Bungong Jeumpa 5, 10, dan 15% juga menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dan semua sampel Eco-Enzyme tergolong resistant. Uji organoleptik Eco-Enzyme dari 3 variabel rata-rata adalah berwarna coklat gelap, aroma manis segar untuk Eco-Enzyme murni dan aroma wangi asam segar setelah penambahan Bungong Jeumpa. Sehingga, Eco-Enzyme murni dan Eco-Enzyme yang dikombinasikan dengan Bungong Jeumpa menunjukkan adanya aktivitas enzim hidrolase dan antibakteri.&#13;
Kata kunci:  Eco-Enzyme, Michelia champaca L., enzim hidrolase, antibakteri, organoleptik.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116310</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 12:03:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-26 12:08:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>