<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="116090">
 <titleInfo>
  <title>PENGUATAN INFRASTRUKTUR DIGITAL DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH BERBASIS SMART GOVERNANCE DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AYUDA RAMADHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infrastruktur digital sering kali dianggap sebelah mata dalam pembangunan smart city. Dimensi smart city terdapat smart governance yang bertujuan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dalam konteks Kota Banda Aceh, isu penguatan infrastruktur digital menarik untuk dikaji, terlebih dalam buku Master Plan Smart City Kota Banda Aceh disebutkan salah satu kelemahan dalam pelaksanaan smart governance ialah infrastruktur digital yang kurang memadai. Hasil observasi juga menunjukan pelaksanaan smart governance masih sering bermasalah seperti website down dan eror. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan kendala pemerintah Kota Banda Aceh dalam penguatan infrastruktur digital, dengan menggunakan teori infrastruktur digital dan smart governance, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi penguatan infrastruktur digital dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan daerah yang berbasis smart governance yaitu sumber daya manusia, pemerintah melakukan penambahan dan mendorong sumber daya manusianya untuk belajar mandiri. Teknologi, akan menambah kapasitas dan upgrade sesuai dengan kebutuhan kedepan dan membangun aplikasi super app. Proses, pemerintah memulai transformasi digital dari pemerintahan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hambatan yang dialami yaitu keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan anggaran dan kurangnya komitmen pemimpin. Untuk itu, diharapkan Pemerintah Kota Banda Aceh dapat memprioritaskan anggaran untuk penguatan infrastruktur digital, menyusun kerangka kerja dan standar operasional prosedur untuk menjalankan smart governance, penyususan regulasi untuk menambah sumber daya manusia di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika Kota Banda Aceh, mempercepat integrasi satu data dan pengelolaan aplikasi pada satu server di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika Kota Banda Aceh.&#13;
Kata Kunci: Infrastruktur Digital, Smart Governance, Kota Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>116090</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 12:07:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-25 15:37:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>