<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="114260">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DENGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Aysarah Br Angkat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya kecanduan media sosial. Salah satu faktor risiko dari kecanduan media sosial adalah kesepian, ketika remaja yang kesepian gagal dalam berinteraksi secara langsung dan memilih berinteraksi secara daring pada akhirnya mengarah pada peningkatan penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecanduan media sosial pada remaja. Sebanyak 419 remaja dipilih dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis incidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Social Media Addiction-Student Form dan skala University of California Los Angels. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi secara normal dan linear dengan nilai r sebesar 0, 187, dengan p lebih kecil 0,05  Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kesepian dengan kecanduan media sosial pada remaja, yang berarti semakin kesepian seseorang maka tingkat kecanduan media sosial akan semakin tinggi, dan sebaliknya semakin rendah tingkat kesepian maka semakin rendah pula tingkat kecanduan media sosial.&#13;
Kata kunci: kesepian, kecanduan media sosial, remaja&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>114260</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 12:19:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-06 16:16:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>