<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109791">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL  BUAH CEPLUKAN  (PHYSALIS ANGULATA LINN) TERHADAP KADAR GLUKOSA  DARAH MENCIT (MAUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ceplukan  (Physalis angulata Linn) digunakan  secara  tradisional untuk menurunkan    kadar    glukosa   darah.   Penelitian    ini   bertujuan   untuk   mengetahui pengaruh  buah ceplukan  terhadap kadar glukosa darah  mencit yang dibebani  glukosa. Penelitian  ini dilakukan  dengan  menggunakan 25 ekor mencit  galur Swiss jantan, usia&#13;
2-3   bulan,   berat   20-30   gram  dan   dibagi   ke  dalam   5   kelompok.   Kelompok 1 merupakan  kontrol  negatif diberikan  CMC  0,5%,  kelompok  II adalah kontrol  positif yang diberikan  akarbose dosis 0,006  mg/gramBB. Kelompok III, IV dan V diberikan ekstrak   buah   ceplukan   dengan   dosis   yang   berbeda,   yakni   0,15,   0,3  dan   0,45 mg/gramBB.   Setelah  perlakuan  cuplikan  darah  diambil  dan  diukur  setiap  30 menit. Data yang  dihasilkan  dianalisa   menggunakan  ANOVA  pada  taraf 5%   dilanjutkan dengan  uji LSD.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  ekstrak  buah  ceplukan  dosis&#13;
0,3 mg/gramBB  mampu menurunkan  kadar glukosa darah mencit secara bermakna sedangkan   pemberian   ekstrak    buah   ceplukan   dosis   0,45  mg/gBB   tidak   mampu memberikan    efek  yang   lebih   besar.  Namun   demikian   pada   penelitian   ini  efek hipoglikemik yang ditimbulkan oleh ekstrak buah ceplukan  masih lebih rendah dibandingkan akarbose.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Ceplukan  (Physalis angulata Linn), glukosa darah, akarbose&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109791</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-27 11:56:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-27 11:56:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>