<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="109516">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VONNA SARITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Subjective well-being sangat berpengaruh terhadap kepuasan hidup, emosi positif, serta kualitas hidup yang dimiliki individu, khususnya mahasiswa. Faktor yang berkaitan dengan subjective well-being meliputi penggunaan sosial media, tekanan psikologis, dan masalah kepribadian. Selain itu, perasaan rendah diri dan tertinggal yang diakibatkan oleh rendahnya subjective well-being dapat meningkatkan potensi akan terjadinya perilaku fear of missing out (FoMO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku FoMO dengan subjective well-being pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan desain descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa aktif Universitas Syiah Kuala sebanyak 433 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Fear of Missing Out Scale (FoMOS) dan Personal Wellbeing Index-Adult (PWI-A) dengan metode self-report menggunakan google form. Data penelitian dianalisis dengan analisa bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bertolak belakang antara FoMO (p-value = ,000) dengan subjective well-being pada mahasiswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO, maka semakin rendah tingkat subjective well-being yang dimiliki mahasiswa. Mahasiswa diharapkan dapat membatasi durasi penggunaan media sosial dengan lebih mengembangkan serta menggali potensi dalam diri dan berfokus pada diri sendiri. Mahasiswa juga diharapkan untuk mengubah persepsi agar selalu berpikir positif sehingga subjective well-being dapat meningkat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>109516</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-03-18 11:15:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-20 10:23:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>