<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108636">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN TINGKAT RASA TAKUT ANAK USIA 10-12 TAHUN TERHADAP PERAWATAN GIGI DAN MULUT DI SD IT NURUL ISHLAH BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Richa Tesaliananda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Rasa takut merupakan perilaku psikologis yang tidak dapat dilihat secara langsung tetapi dapat dinilai melalui respons kognitif, perilaku, dan fisiologis sesuai dengan sensibilitas kognitif ketakutan, misalnya pada saat melihat jarum atau suara pengeboran dapat menimbulkan rasa takut. Rasa takut pada seorang anak dengan respon positif saat dilakukan perawatan, anak tersebut tidak akan merasa takut terhadap dokter gigi dan akan mengurangi tingkat rasa takutnya. Penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, dokter gigi harus mengetahui tindakan yang akan dilakukan pada pasien yang mempunyai rasa takut dengan menyadari persepsi pasien, preferensi, dan ketakutan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan seorang anak dengan cara melakukan perawatan yang berkualitas dengan menghibur dan hal-hal yang dapat mengurangi rasa takut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat rasa takut anak usia 10-12 tahun terhadap perawatan gigi dan mulut. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif. Total subjek dalam penelitian ini sejumlah 166 anak. Lembar kuesioner diberikan kepada subjek penelitian secara langsung di SD IT Nurul Ishlah. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat rasa takut anak terhadap gigi paling banyak pada kriteria rendah dengan jumlah 115 orang (69,3%), untuk kriteria sedang sejumlah 27 orang (16,3%), dan sedangkan kriteria dengan jumlah yang kecil yaitu kriteria tinggi sejumlah 24 orang (14,5%). Kesimpulan: Tingkat rasa takut anak di SD IT Nurul Ishlah termasuk kriteria rendah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TEETH - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FEAR - SOCIAL PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>617.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108636</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-27 11:31:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-27 15:06:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>