<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108461">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI SENSOR WARNA TCS3200 BERBASIS ARDUINO UNO TERHADAP PENGUKURAN KADAR MERKURI PADA AIR SUNGAI DENGAN INDIKATOR NANOPARTIKEL PERAK (AGNPS) YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KELOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SRI RAHAYU NINGSIH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Merkuri merupakan logam berat yang memiliki tingkat toksisitas yang tinggi karena bersifat neurotoksin, baik untuk organisme ataupun manusia dan seringkali mencemari perairan. Kadar ion Hg dalam perairan biasanya dianalisis dengan metode inductive coupled plasma mass spectrometry (ICP-MS), atomic absorption spectrophotometry (AAS) dan spektrofotometer UV-Vis, namun, metode-metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, biaya mahal, dan pengoperasian alat yang rumit. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain yang lebih murah dan mudah dalam menentukan konsentrasi Hg. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi ion merkuri dengan bantuan nanopartikel perak dari ekstrak daun kelor menggunakan metode sensor warna TCS3200 yang lebih mudah dalam pengoperasian alat dan ekonomis dari segi biaya. Partikel AgNPs yang terbentuk diketahui selektif dan spesifik terhadap ion Hg sehingga dapat dijadikan sebagai indikator pada alat sensor warna TCS3200 berbasis Arduino Uno untuk mendeteksi logam merkuri dengan akurasi (% recovery) berada pada rentang 89,67-114% dan mampu mendeteksi dengan konsentrasi terendah (LoD) hingga 0,071 ppm. Sampel yang digunakan adalah air sungai limbah pembuangan hasil pengolahan emas, dimana hasil pengukuran dengan sensor warna TCS3200 yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan metode standar spektrofotometer Ultra Violet Visible (UV-Vis) menggunakan uji-t dua arah. Konsentrasi Hg pada sampel dengan metode sensor warna TCS3200 yaitu 0,210, 0,138, dan 0,293 ppm sedangkan sedangkan menggunakan UV-Vis yaitu 0,204, 0,134, dan 0,284 ppm. Berdasarkan uji-t dua arah diketahui bahwa, sensor warna TCS3200 sama baiknya dengan pengukuran menggunakan UV-Vis. &#13;
&#13;
Kata kunci: Nanopartikel Perak, Sensor warna TCS3200, Merkuri, Daun kelor, Arduino Uno &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108461</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-02-17 13:35:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-17 15:24:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>