<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="108324">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN JOHAR (CASSIA SIAMEA LAMK.)  TERHADAPRNPENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA MUS MUSCULUS YANG DIINDUKSI  ALOKSAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ali Sabisi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daun Cassia siamea  (DCS) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan masyarakat  sebagai obat antidiabetes  dan juga telah teruji secara pre klinis memiliki efek imunostimultan yang aman dikomsumsi. Penelitian ini dilakukan   untuk  mengetahui  pengaruh   ekstrak  etanol   daun   Cassia  siamea (EEDCS) terhadap penurunan kadar  gula darah (KGD) pada Mus musculus yang diinduksi  aloksan.  Dua  puluh  lima  ekor  Mus musculus strain  Swiss  diinduksi aloksan   intraperitoneal   dosis   70  mg/KgBB   kemudian  dibagi   ke  dalam     5 kelompok.   Kelompok   kontrol   negatif  mendapat   CMC   1%   (kelompok   A), kelompok kedua mendapat 23, 78 mg/20gBB EEDCS (Kelompok  B), kelompok ketiga  mendapat  47,56 mg/20gBB EEDCS (Kelompok C),  kelompok keempat mendapat  95,13  mg/20gBB  EEDCS  (Kelompok  D),  kelompok  kelima kontrol positif  mendapat  Glibenklamida 5  mg/KgBB (Kelompok  E).  ekstrak  diberikan sejak  hari  ketujuh  hingga  hari  keempatbelas  setelah  diinduksi  aloksan. KGD dinilai  tiga kali yaitu  sebelum perlakuan,  hari pertama perlakuan,  dan hari ketujuh perlakuan .   KGD  dinilai   dengan  alat  Glucotest   (NESCO).   Hasil   penelitian dianalisis dengan Anova 2 jalan dilanjutkan dengan uji Games-howell  (p&lt; 0,05) untuk   mengetahui   perbedaan   antar   kelompok.   Pengaruh   penurunan   KGD meningkat  seiring  dengan  meningkatnya dosis  perlakuan  EEDCS.  Penurunan KGD tertinggi dicapai pada kelompok D (154,40 ± 13,649) diikuti oleh kelompok C  (168,80  ±   13,918),  kelompok  B (195,60  ±  5,505),   kelompok  E  (204,00  ±&#13;
7,141), dan kelompok A (211,00 ± 5,612).  Hasil  uji  statistik menunjukkan  adanya&#13;
perbedaan bermakna antara kelompok D dibandingkan dengan kelompok A (p0,019) dan kelompok E (p=0,037). Sehingga disimpulkan bahwa adanya pengaruh ekstrak etanol daun Cassia siamea terhadap penurunan kadar gula darah pada Mus musculus yang diinduksi aloksan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Cassia siamea, Kadar gula darah, Diabetes aloksan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>108324</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 11:04:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-20 11:04:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>