<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107759">
 <titleInfo>
  <title>REKONSTRUKSI SITUS ARKEOLOGI COT SIDI ABDULLAH BERDASARKAN ANOMALI MEDAN MAGNETIK TOTAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Nurmaliza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Situs arkeologi Cot Sidi Abdullah merupakan salah satu peninggalan kerajaan Samudera Pasai. Lokasi situs terletak di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menerapkan metode magnetik yang bertujuan untuk mendapatkan sebaran anomali medan magnetik total serta mendapatkan gambaran struktur bangunan yang tertimbun dibawah permukaan tanah berdasarkan respon anomali medan magnetik total yang terukur di situs arkeologi Cot Sidi Abdullah. Pengukuran dilakukan menggunakan 2 buat alat Proton Precession Magnetometer (PPM) dengan jarak lintasan dan titik pengukuran masing-masing 1 meter serta jumlah titik pengukuran sebanyak 1602 titik dari 42 lintasan. Hasil pengukuran berupa data medan magnet magnetik total yang kemudian dikoreksi menggunakan koreksi harian dan koreksi IGRF. Metode transformasi yang digunakan untuk memudahkan interpretasi adalah kontinuasi ke atas (upward continuation) dan sinyal analitik. Proses filter kontinuasi ke atas (upward continuation) bertujuan untuk mengurangi anomali regional dan mempertajam anomali residual sedangkan sinyal analitik bertujuan untuk memperjelas bentuk struktur di bawah permukaan. Metode sinyal analitik mampu mengindentifikasi adanya pola anomali berbentuk persegi panjang dan pola anomali berbentuk memanjang serta mampu mengidentifikasi sebaran struktur bangunan yang berada di lokasi situs arkeologi Cot Sidi Abdullah. Pola berbentuk persegi panjang diduga merupakan bangunan situs arkeologi Cot Sidi Abdullah yang terkubur di bawah permukaan tanah serta pola memanjang yang diduga merupakan struktur lain yang belum dapat diidentifikasi. Namun demikian penerapan metode geofisika lain dan eskavasi perlu diterapkan untuk memvalidasi hasil pada penelitian ini.&#13;
&#13;
Kata kunci: Metode magnetik, Geoarkeologi, Interpretasi kualitatif, sinyal analitik, Cot Sidi Abdullah.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107759</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-30 23:47:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-02 10:30:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>