<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="107544">
 <titleInfo>
  <title>PERILAKU MENGEMUDI SOPIR MOBIL ANTAR KOTA DALAM PROVINSI (AKDP) ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marziyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota yang pertumbuhan dan perkembangan penduduknya tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya angka kelahiran dan tingginya migrasi penduduk didaerah, salah satunya banyak pelajar dan mahasiswa yang datang dari berbagai daerah. Sejalan dengan hal tersebut, aktivitas perjalanan atau kegiatan transportasi ke Kota Banda Aceh juga akan semakin meningkat. Salah satu transportasi angkutan Kota yang sering digunakan oleh masyarakat Aceh adalah Mobil Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Menurut Dinas Perhubungan Aceh, rentannya terjadi kecelakaan pada mobil AKDP menjadi suatu fenomena pada masyarakat Aceh. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan tersebut yaitu faktor human error atau kesalahan dari pengemudi yang berkaitan dengan perilaku dalam mengemudi. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku mengemudi sopir AKDP Aceh, dengan menggunakan penelitian kuantitatif jenis metode survei. Sebanyak 251 sopir dengan rentang usia 21-60 tahun terlibat sebagai sampel penelitian yang diipilih dengan teknik purpossive sampling.  Pengumpulan data menggunakan Driving Behavior Questionnaire (DBQ). Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa terdapat enam bentuk perilaku mengemudi pada sopir yang sering dilakukan yaitu mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, memotong persimpangan dengan tidak hati-hati, menerobos lampu merah, menyalip kendaraan lain, tidak memberi jalan ketika ada kendaraan lain ingin lewat dan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi dimalam hari dengan lampu yang redup. Sementara itu ada tiga bentuk perilaku yang tidak terlalu sering dilakukan yaitu lupa arah jalan tujuan, lupa sedang berada digigi berapa, dan tetap berkendara walau dalam pengaruh alkohol. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa perilaku mengemudi yang sering dilakukan sopir adalah melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, yang kemudian menghasilkan bentuk perilaku yang lain.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Perilaku mengemudi, sopir mobil, Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>107544</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-12-28 23:54:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-12-29 12:16:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>