<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106248">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN DAN BUNGA CEMPAKA KUNING (MAGNOLIA CHAMPACA (L.) BAILL. EX PIERRE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hadi Yatullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA - Biologi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman cempaka kuning (Magnolia champaca (L.) Baill. ex Pierre) adalah tanaman berbunga dari suku Magnoliaceae. Tanaman ini telah ditetapkan sebagai puspa daerah atau flora identitas Provinsi Aceh berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri No. 48 Tahun 1989. Cempaka kuning merupakan salah satu tanaman yang telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunder berupa terpenoid dan fenol yang menjadikannya berpotensi sebagai sumber antioksidan. Berdasarkan hal tersebut dilakukan pengujian pada ekstrak daun dan bunga cempaka kuning. Penelitian ini berupa metode eksperimental dengan membandingkan ekstrak daun dan bunga cempaka kuning untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari beberapa konsentrasi (10, 20, 30, 40 dan 50 ppm). Ekstraksi daun dan bunga cempaka kuning dilakukan dengan metode maserasi kemudian diuji kualitatif polifenol untuk dilihat adanya senyawa metabolit sekunder berupa polifenol. Pengujian senyawa polifenol dilakukan dengan pereaksi FeCl3 1%. Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dan bunga cempaka kuning menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Kekuatan antioksidan ditentukan oleh nilai IC50 yang didasarkan pada persen inhibisi radikal bebas oleh sampel uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun cempaka kuning mempunyai nilai IC50 sebesar 69.53 ppm, sedangkan ekstrak etanol bunga cempaka kuning mempunyai niai IC50 sebesar 106.69 ppm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ekstrak etanol daun cempaka kuning memiliki potensi sebagai antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol bunga.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106248</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-07 12:54:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-07 14:58:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>