<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="106224">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN MODEL STIM-HOTS DIPADU METODE BRAINSTORMING DAN MEDIA SAC TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN MOTIVASI PESERTA DIDIK PADA MATERI METABOLISME</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Meutia Bijeh Mata</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Pendidikan Biologi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keterampilan berpikir kritis siswa yang rendah merupakan masalah yang harus dipecahkan. Berpikir kritis juga berkaitan dengan motivasi, karena motivasi peserta didik dipandang sebagai prasyarat yang diperlukan untuk keterampilan berpikir kritis. Melatih dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi peserta didik membutuhkan suatu metode, model, maupun media pembelajaran yang tepat, salah satunya yaitu menggunakan model pembelajaran Stim-HOTs dipadu metode brainstorming dan media SAC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis dan perbedaan motivasi peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Stim-HOTs dipadu metode brainstorming dan media SAC pada materi metabolisme. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain penelitian yang digunakan yaitu Nonrandomized Control Group, Pre test−Post-test Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 230 orang peserta didik yang terdiri atas kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Instrumen untuk mengukur keterampilan berpikir kritis menggunakan 40 soal tes pilihan ganda beralasan sedangkan motivasi diukur menggunakan 36 butir angket motivasi ARCS. Peningkatan keterampilan berpikir kritis diukur dengan menghitung N-Gain. Analisis data untuk membandingkan peningkatan keterampilan berpikir kritis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik, 2) hasil ujit t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>371.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>106224</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-11-03 08:48:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-11-16 11:48:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>