<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105704">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEGAGALAN POROS PENGGERAK RODA BELAKANG TRUK MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fauzan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Mesin Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebuah poros penggerak roda belakang truk mengalami kegagalan pada saat mengangkut batu dan pasir yang beroperasi di Aceh Besar, patahnya poros terjadi pada fillet yang tedapat pada poros tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan yang terjadi pada poros penggerak roda belakang truk dengan melakukan simulasi Finite Element Analysis (FEA). Diketahui standar bahan poros adalah AISI 4150. Hasil analisis regangan memperlihatkan regangan maksimum yang terjadi adalah 0,00008. Analisis tegangan geser maksimum menunjukkan nilai tegangan geser maksimum yang terjadi adalah 233,21 MPa ini telah melebihi tegangan geser izin sebesar 80,7 MPa dan tegangan geser Tresca senilai 190 MPa . Analisis  tegangan geser Von misses diketahui nilai tegangan geser yang terjadi adalah 426,2 MPa ini juga telah melebihi tegangan geser Von misses senilai 179,13 MPa. Hasil perhitungan faktor intensitas tegangan menunjukkan nilai rata-rata faktor intensitas tegangan adalah 27,7 MPa√m, ini telah melebihi nilai ketangguhan retak senilai 10 MPa√m. Dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kegagalan adalah tegangan geser yang terjadi telah melebihi nilai tegangan geser izin, bahan poros sangat getas, dan nilai faktor intensitas tegangan telah melebihi nilai ketangguhan retak (K_I &gt; K_IC) menyebabkan terjadinya propagasi retak.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRIVE SHAFTS - AUTOMOTIVE ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>629.245</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105704</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-30 12:26:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-03 12:12:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>