<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105104">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN INTEGRITAS MEMBRAN PLASMA UTUH SPERMATOZOA SAPI ACEH PASCA PEMBEKUAN RNMENGGUNAKAN PENGENCER SITRAT KUNING TELUR AYAM, ITIK, DAN ENTOK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ATARI HAZIKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PERBANDINGAN INTEGRITAS MEMBRAN PLASMA UTUH SPERMATOZOA SAPI ACEH PASCA PEMBEKUAN MENGGUNAKAN PENGENCER SITRAT KUNING TELUR AYAM, ITIK, DAN ENTOK&#13;
ABSTRAK&#13;
Permasalahan yang terjadi pada peternak sapi di Indonesia adalah rendahnya produktivitas dan salah satu cara mempercepat peningkatan populasi dan produktivitas ternak potong dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi Inseminasi Buatan (IB). Kualitas semen sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan IB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan integritas membran plasma utuh spermatozoa sapi aceh yang diencerkan menggunakan pengencer sitrat kuning telur ayam dengan kuning telur itik dan kuning telur entok selama proses pembekuan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 kelompok perlakuan pengenceran sitrat kuning telur ayam (KTA); sitrat kuning telur itik (KTI) dan sitrat kuning telur entok (KTE). Masing-masing sampel diulangi sebanyak 6 kali. Sampel semen dikoleksi dari 1 ekor sapi aceh jantan sehat berumur 5 - 6 tahun menggunakan vagina buatan. Semen yang berkualitas baik diencerkan dengan pengencer sitrat kuning telur sesuai perlakuan dan dikemas dalam mini straw. Selanjutnya diekuilibrasi selama 4 jam pada suhu 5 (derajat) Celcius dalam cool top. Kemudian dilakukan pembekuan di atas uap nitrogen cair selama 12 menit dan disimpan dalam kontainer yang berisi nitrogen cair pada suhu -196 (derajat) Celcius. Data integritas membran plasma utuh (MPU) spermatozoa diamati setelah pengenceran, ekuilibrasi dan pembekuan. Data integritas MPU spermatozoa yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Rata-rata persentase MPU spermatozoa sapi aceh tertinggi ditemukan pada kelompok perlakuan pengencer sitrat tambah KTE, kemudian diikuti kelompok pengencer sitrat tambah KTI dan kelompok pengencer sitrat tambah KTA, secara berturut-turut adalah 62,67 kurang lebih 2,50 persen; 57,83 kurang lebih 2,64 persen; dan 53,67 kurang lebih 4,03 persen. Persentase MPU spermatozoa sapi aceh pasca pembekuan pada kelompok KTA, KTI, dan KTE didapatkan berbeda secara nyata (P kurang dari 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah integritas membran plasma utuh spermatozoa sapi aceh selama proses pembekuan menggunakan pengencer sitrat kuning telur entok lebih bagus dibandingkan dengan penambahan kuning telur ayam dan kuning telur itik. &#13;
	&#13;
Kata kunci : Sapi aceh, integritas membran plasma utuh spermatozoa, sitrat kuning telur ayam, itik, entok, pasca pembekuan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105104</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 15:45:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 16:20:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>