<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103961">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS MIKORIZA DAN DOSIS EM4 (EFFECTIVE MICROORGANISMS-4) TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SASA ABAD MELENIUM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengunaan jenis mikoriza dan dosis EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan 2 Fakultas Pertanian, Universitas  Syiah  Kuala dan  Laboratorium  Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.  Dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x4 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 unit. Faktor pertama adalah jenis mikoroza (M) dengan dosis 10 gram/tanaman. Faktor kedua adalah EM4 (E) dengan konsentrasi 0 ml Ha-1; 3.5 ml Ha-1; 7 ml Ha-1; 10,5 ml Ha-1. Adapun peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan per rumpun, bobot brangkasan basah per rumpun (g), bobot brangkasan kering per rumpun (g), jumlah umbi per rumpun, diameter umbi (mm), bobot basah umbi per rumpun (g), bobot kering umbi per rumpun (g), produksi per hektar. Hasil penelitian menunjukkan interaksi yang sangat nyata terlihat pada jenis mikoriza dan dosis EM4, dengan jumlah daun, berat brangkasan basah per rumpun, brangkasan kering per rumpun, berat umbi basah dan berat umbi kering di usia 35 dan 42 HST. Interaksi yang nyata terlihat di jenis mikoriza dengan dosis EM4 di jumlah anakan pada 30 HST, dan jumlah umbi per rumpun. Tinggi tanaman 28, 35 dan 42 HST, jumlah anakan 40 HST, diameter umbi dan potensi hasil memperlihatkan hubungan timbal balik antara jenis mikoriza dengan dosis EM4 dan tidak berpengaruh. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa jenis mikoriza dan dosis EM4 terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah terdapat pada mikoriza Glomus mosseae dosis  3,5ml EM4.&#13;
&#13;
Kata kunci  : Bawang, EM4, mikoriza</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103961</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-11 23:52:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 15:56:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>