<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103770">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI HERBISIDA EKSTRAK ETIL ASETAT ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA L.)  TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RONA ANDRIAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alang-alang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioherbisida karena kemampuanya mengeluarkan senyawa kimia dengan fungsi sebagai penghambat pertumbuhan tanaman lain. Etil asetat adalah salah satu pelarut yang bisa dipakai untuk mengekstraksi alang-alang, dimana sifat pelarut tersebut semi polar mengakibatkannya mampu menarik senyawa polar juga nonpolar. Penelitian ini bertujuan agar diketahuinya pengaruh ekstrak etil asetat alang-alang dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan bayam duri. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Gulma Jurusan Agroteknologi, Laboratorium Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Rumah Kasa Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Laboratorium Penelitian Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Laboratorium Biologi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian dimulai sejak Agustus hingga November 2021. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan perlakuan 2,4-D 686g b.a ha-1 (kontrol positif); aquades (kontrol negatif); ekstrak etil asetat alang-alang dengan konsentrasi 5%; 10%; 15%; 20% diulang 3 kali, sehingga ada 18 unit. Tiap unit terdapat 2 unit gulma, jadi totalnya 36 unit. Hasil dari penelitian memperlihatkan aplikasi ekstrak etil asetat alang-alang di beragam konsentrasi memperlihatkan pengaruh nyata terhadap tinggi, diemeter batang dan jumlah daun bayam duri. Konsentrasi terbaik ada pada konsentrasi 15% yang menunjukkan penekanan lebih tinggi dibanding konsentrasi lainnya pada tinggi tanaman umur 21 HSA, jumlah daun 7, 14, dan 21 HSA dan diameter batang umur 21 HSA. Hasil uji fitokimia ekstrak etil asetat alang-alang menunjukkan bahwa senyawa fenolik, tanin, steroid dan alkaloid terkandung di dalamnya.&#13;
Kata kunci: Alang-alang, bioherbisida, etil asetat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103770</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-07 21:45:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-08 15:37:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>