<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103090">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN   BEREMPATI  DOKTER    MUDA  KEPADA  PASLENRNDL BAGIAN  KEDOKTERAN    KELUARGA   FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS  SYIAH     KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Riskyaris</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada  profesi kedokteran komunikasl dokter-pasien merupakan komponen kompetensi yang  horus dikuasai dokter,   sebagai  pilar  dalam  membangun    hubungan entara dokter, dan  pasien. Empati  merupakan  dasar dari  hubungan dokter, pesien. Namun komampuan mahasiswa kedokteran dalam berempati    sering kali turun selama  proses     pendidikan  sarjana  kedokteran  dari  tahun pertama hingga  tahun terakhir.   Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  gambar  kemampuan berempatl dokter,  muda di  bagian  Kodokteran Keluarga Kedokteran  Universitas Syiah Kuala secara baik    verbal dan non-verbal. Penelitian ini adalah  penelitian  kualitatif dengan menggunakan  metade deep Interview  dan melakukan observasi dengan   tingkatan empati secara verbal Blyund and Makoul.&#13;
Ada wawancara 7 dokter muda,36 pasien dan 36 video observasi.Data-data tersebut dianalisis secara deskriptif menggunakan content analysis   dengan model Miles  dan  Huberman.  Beberapa  tema  penting  yang  muncul antara  lain;  I) Sebagian dokter muda telah  menunjukan   posisl tubuh yang mencerminkan rasa empeti kepada pasien 2) Sebaaian   besar pasien  berpendapat   dokter muda mengerti kebutuhannya 3)  SeIuruh   dokter muda mempunyai kesulitan dalam  berempati kepada    pasien    selama   sssi    konsultasi.    Dari   berbagai    aspek     evaluasl    dapat disimpulkan bahwa  kemampuan   berempati   dokter   muda kepada   pasien   secara verbal bervariasi antara grade 2  sampai  grade 4. Sebagi . besar dokter  mudan  di bagian  kedokteran keluarga  telah mencapai  pada  tingkat 4  yaitu  telah  mampu mengonfirmasi   pasien.  Hal  Inl    karena  mereka  sulit   berbahasa  Aceh,  waktu konsultasi yang singkat dengan pasien yang banyak. Sebagian besar  dekter muda  di bagian Kedokteran Keluarga  juga  telah mampu berempati secara non-verbal namun   ada   yang  masih  belum  berempati seperti memainkan  Handphone dan menggoyong-goyangkan kaki.&#13;
&#13;
Kata   kunci   :   empati, verbal.   non-verbel, hubungan dokter  -  pasien&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103090</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-29 10:00:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-29 10:00:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>