<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101262">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FUNGSI GOSIP BERDASARKAN KELOMPOK USIA:</title>
  <subTitle>TINJAUAN PSIKOLOGI SOSIAL</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmah Rohadatul Aisy</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gosip merupakan suatu proses pertukaran infomasi baik positif maupun negatif terhadap pihak ketiga yang tidak hadir. Gosip merupakan suatu kebiasaan yang tidak dapat dihindari di masyarakat dan sudah menjadi kebiasaan pada kalangan dewasa awal, maupun dewasa madya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan fungsi gosip berdasarkan kelompok usia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik non random sampling dengan motode quota sampling. Penelitian ini melibatkan 347 sampel yang terdiri dari sampel usia dewasa awal (20-40 tahun) sebanyak 174 sampel, dan usia dewasa madya (40-65 tahun) sebanyak 173 sampel. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan memodifikasi alat ukur Gossip Functions Questionnaire (GFQ). Analisis data menggunakan teknik Independent t Test yang menunjukkan tidak adanya perbedaan fungsi gosip berdasarkan kelompok usia baik usia dewasa awal maupun usia dewasa madya pada setiap fungsi gosip: Information (p=0,231, t=1,200), Friendship (p=0,055, t=1,924), Influence (p=0,159, t=1,412), dan Entertainment (p=0,939, t=0,076). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat fungsi gosip yang lebih dominan pada kelompok usia dewasa awal maupun dewasa madya. Meskipun demikian gosip merupakan suatu kebiasaan yang tidak dapat dihindari dimasyarakat karena sudah menjadi bagian dari kebutuhan sosial berupa komunikasi yang dilakukan untuk dapat menjangkau informasi yang lebih luas, mempererat pertemanan dan ikatan sosial yang baik, dapat mempelajari norma yang berlaku dimasyarakat, dan menjadi pembicaraan yang memiliki makna menghibur pada pembicaraan tertentu. &#13;
&#13;
Kata kunci: Fungsi gosip, dewasa awal, dewasa madya&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101262</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 10:22:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 10:27:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>