<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101153">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PADA TAHAP ADOPSI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAURA ZHAFIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Building Information Modeling (BIM) adalah sistem informasi untuk mengelola sumber daya informasi yang memproses data atau input menjadi informasi dalam bentuk pemodelan bangunan. Sistem ini digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, proses menghasilkan dan mengelola data bangunan dalam siklus pelaksanaan konstruksi. Namun, saat ini dalam perkembangannya BIM di Indonesia masih belum digunakan secara luas dan merata, termasuk juga di Aceh. Beranjak dari kondisi tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam tahap adopsi BIM, khususnya di Aceh. Jawaban atas pertanyaan penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 67 perusahaan kontraktor di Aceh yang memiliki pengetahuan dasar mengenai BIM atau secara tidak langsung sudah menggunakan software BIM (2D/3D). Hasil pengumpulan data selanjutnya dianalisis dengan metode Relative Importance Index (RII). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh faktor pendukung dalam tahap adopsi BIM yaitu BIM dapat mempermudah proses perencanaan (0,971); meningkatkan komunikasi proyek (0,963); pembagian informasi secara cepat dan mudah (0,949); meningkatkan kinerja perusahaan (0.949) dan membantu pengambilan keputusan (0,941). Selain faktor pendukung terdapat faktor penghambat dalam mengadopsi BIM yaitu masih kurangnya kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia (0,971); persepsi telah tercukupinya perangkat lunak yang digunakan (0,963); sistem kerja lama di perusahaan (0,941); kurangnya pendidikan serta pelatihan tentang BIM (0,912) dan sulitnya pertukaran data antar pelaku proyek (0,897).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101153</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-23 00:05:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-23 10:10:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>