<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101113">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI  MODEL PENDUGAAN  KUALITAS  AIR  SUNGAI  KRUENG  ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurdin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengelolaan     Daerah    Aliran    Sungai    (DAS)    mempunyai     tujuan    utama    yaitu terkendalinya     interaksi    antara   sumber    daya   manusia    dan   sumber    daya   alam   untuk kelestarian    fungsi   lingkungan    dan  kesejahteraan    manusia.    Inti  dari  pengelolaan    DAS adalah   pengelolaan     tanah dan   air  yang   merupakan sumber daya   utama   DAS.   Hal terpenting   dalam  pengelolaan    sumberdaya    air pada  DAS  adalah  pemanfaatan    air yang berkelanjutan,    salah  satu caranya adalah  mempenahankan     kualitas air. &#13;
          Tujuan    penelitian   ini   adalah    (I)   untuk    memprediksi      konsentrasi   beberapa parameter    kualitas    air     di   suatu   outlet    Sungai Krueng    Aceh, sehingga diperoleh informasi    tentang    kualitas    air   yang   berguna    sebagai    bahan   pertimbangan        untuk memenuhi   permintaan   air bersih, (2)  mendapatkan    suatu  model  untuk menduga kondisi kualitas air di sungai.&#13;
          Untuk   penyusunan    model   diperlukan    suaru  asumsi   yang  sesuai   dengan   kondisi yang  ada.   Dalam   penelitian    ini,  asumsi  yang  dapat   dikemukakan    adalah   konsentrasi parameter   kualitas  air  (C)    di sungai  dapat  berubah  karena  perubahan   debit  (Q) sungai.Persamaan    matematis    yang   digunakan    adalah   persamaan    eksponensial     y = aeta dan logaritmik     y = a In(x) + b ,      karena    kedua    persarnaan     tersebut    merupakan     fungsi kontinyu.&#13;
          Hasil   penelitian    menunjukkan     bahwa,    nilai  koefisien    determinasi    (R2)    hasil kalibrasi   data   tahun   1998  untuk   masing-masing     parameter    kualitas   air  menunjukkan hasil  yang  beragam,   R2 terbesar  adalah  0.97  yaitu  PH  pada  musim  hujan.  Sedangkan   R2 terkecil  adalah   0.62  yaitu untuk  Alkalinitas   pada  musim penghujan.    Semua  parameter kualitas    air   mempunyai     R2    yang    lebih   dari   0.6.    Berarti    model    matemaris    yang dihasilkan    dapat   menggambarkan       tluktuasi    parameter    kualitas   air, atau  konsentrasi parameter   kualitas  air observasi   mendekati    konsentrasi   parameter   kualitas  air model.&#13;
          Proses   validasi   untuk data  tahun   1999  berdasarkan    musim,  diperoleh   hasil  yang baik  untuk  semua  parameter   kualitas  air, karena  nilai koefisien   determinasi   model  lebih dan 0.6.   Jadi   model   matematis    yang   digunakan       dapat   menggambarkan      fluktuasi kualitas   air. sedangkan    nilai  koefisien   determinasi     tertnggi   0.97   untuk    daya   hantar listrik  dimusim  penghujan   dan  0.97  untuk  nitrat  dimusim  kemarau.&#13;
          Dari  ke empat  parameter   kualitas   air yang  dapat  digambarkan    perbandingannya dengan    nilai  maksimum    yang   diperbolehkan     ,  yaitu  total   padatan    terlarut    (TDS), Oksigen    Terlarut    (DO).   Nitrat    dan   Derajat    Keasaman     (PH)   menunjukkan     masih dibawah   batas  nilai maksimum   yang  diperbolehkan,     berarti   air Sungai   Krueng   Aceh masih bisa dimanfaatkan    untuk  air minum.&#13;
          Konsentrasi   masing-masing    parameter   kualitas   air di outlet  Sungai  Krueng  Aceh menunjukkan     fluktuasi    yang   beragam.    Selama    periode     1998   -   2000,    konsentrasi terbesar  untuk  Total  Padatan  Terlarut    532 mg/l  terjadi  pada  bulan  Oktober  tahun 2000. Daya  Hantar  listrik  431  mgll  terjadi   pad a bulan  Februari   tabun   1998,  Oksigen   Terlarut 7.2 mg/l terjadi  pada  bulan  Agustus  tahun 2000,  Alkalinitas   376  mg/l  terjadi  pada  bulan&#13;
Maret  tabun   1999,  Nitrat  0.97  mg/l  terjadi  pada  bulan  Agustus   tahun  1999 dan  Derajat Keasaman   7.2  yairu  terjadi  pada  bulan   November    2000  dan kesemuanya    masih  dalam batas  ambang  norma1.  Kondisi   kualitas   perairan Sungai  Krueng  Aceh  dipengaruhi   oleh penggunaan   lahan,  kegiatan  pertanian   dan komponen   iklim.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WATER</topic>
 </subject>
 <classification>-</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101113</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-22 15:42:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-20 11:29:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>