<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101023">
 <titleInfo>
  <title>PENILAIAN KERAPUHAN SEISMIK PADA RUMAH TINGGAL MELALUI PENGEMBANGAN KURVA KERAPUHAN EMPIRIS PASCAGEMPA 7 DESEMBER 2016 DI PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ade Muqsith</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada 7 Desember 2016, gempa bumi mengguncang Pidie Jaya dengan magnitudo 6,5 Mw di kedalaman 15 km mengakibatkan sejumlah infrastruktur dan rumah tinggal mengalami kerusakan. Selain itu, sebanyak ratusan orang menjadi korban jiwa. Dalam upaya mengurangi risiko seismik tersebut, diperlukan penilaian risiko seismik terhadap rumah tinggal dengan melakukan prediksi kerusakan bangunan rumah melalui kurva kerapuhan. Kurva kerapuhan telah diperkenalkan oleh para peneliti sebagai salah satu alat dalam menilai kerusakan dan kerugian selama gempa bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan kurva kerapuhan empiris dengan model probit, logit, dan complementary loglog sebagai fungsi Generalized Linear Model (GLM) untuk struktur kayu, dinding bata terkekang, dan beton bertulang akibat intensitas gempa di Pidie Jaya, serta pemilihan model kurva kerapuhan terbaik berdasarkan evaluasi ukuran kesesuaian. Metode pengembangan kurva kerapuhan dengan mengumpulankan data kerusakan rumah tinggal berdasarkan tipe struktur dan jumlah rumah tinggal di Pidie Jaya dengan simulasi Peak Ground Acceleration (PGA) menggunakan OpenQuake. Probabilitas kerusakan rumah ditinjau berdasarkan tiga tingkat kerusakan (damage state) yaitu kerusakan ringan, sedang, dan berat. Hasil penelitian menunjukkan pada intensitas gempa rendah, struktur dinding bata terkekang di Pidie Jaya memiliki probabilitas kerusakan ringan, sedang, dan berat lebih tinggi dibandingkan struktur kayu dan beton bertulang. Sedangkan rumah struktur beton bertulang memiliki kerapuhan lebih besar di intensitas gempa tinggi. Sementara itu, model logit memberikan probabilitas lebih besar di PGA yang tinggi dan model probit merupakan model terbaik berdasarkan ukuran kesesuaian.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101023</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-22 01:26:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-22 12:09:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>