<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101013">
 <titleInfo>
  <title>KONFLIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT ATAS KEBERADAAN PT BATUBARA ENERGI LESTARI DI DESA PAYA UDEUNG KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAFRIZAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Imu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konflik sosial ekonomi masyarakat yang terjadi atas kehadiran PT. Bara Energi Lestari di Desa Paya Udeung Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya serta dampak yang ditimbulkan karena adanya konflik tersebut. Untuk menganalisa fenomena tersebut penelitian ini menggunakan Teori Konflik Ralf Dahrendorf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun hasil pembahasan yang ditemukan dalam penelitian ini terdapat dinamika pada konflik masyarakat Desa Paya Udeung dengan PT BEL yaitu pra konflik, konfrontasi, krisis atau puncak konflik dan pasca konflik. Pada masa pra konflik, masyarakat merasa mereka telah menunggu lama agar PT Batubara Energi Lestari dapat menepati kesepakatan yang telah mereka buat, adapun kesepakatan tersebut berupa penerimaan beasiswa, rekrutmen putra/putri daerah, perbaikan jalan dan jembatan. Kemudian polusi udara yang diakibatan dari aktivitas tambang, hal ini yang menjadi pemicu kemarahan warga atau yang disebut dengan konfrontasi. Dengan tidak adanya tindakan dari PT BEL, masyarakat berinisiatif melakukan pemblokade jalan. Namun hingga saat ini meskipun konflik sudah mereda tetapi permasalahan yang terjadi belum dapat terselesaikan. Hal ini disebabkan terdapat salah satu kelompok yang mengalah yaitu kelompok konflik. Adapun dampak konflik yang terjadi bagi kelompok kepentingan (PT BEL) yaitu reputasi PT BEL yang menurun dan tidak ada kepercayaan masyarakat lagi terhadap perusahaan. sedangkan bagi warga Desa Paya Udeung yaitu, polusi udara yang mengganggu masyarakat terus menerus, masyarakat merasa tidak aman melewati jembatan, akses jalan di Desa Paya Udeung yang semakin rusak, tidak merasakan adanya pertumbuhan ekonomi dengan adanya PT BEL, dengan fasilitas yang sudah tidak memadai, desa ini menjadi desa yang tertinggal di banding desa lainnya disekitaran Kecamatan Sueunagan, berkurangnya Batubara karena dieksploitasi terus menerus. bentuk konflik ini terjadi karena adanya kelompok yang berkuasa atau dominasi (domination) dan yang dikuasai (submission). &#13;
Kata Kunci: Konflik, Masyarakat, PT BEL</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101013</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 22:35:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-22 11:56:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>