Telah dilakukan penelitian pembuatan film nanofiber selulosa lengkuas (alpinia galanga (l.) sw) yang dimanfaatkan sebagai pengemas makanan alternatif ramah lingkungan. pembuatan nanofiber selulosa pada penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu metode kimia dan ultrasonikasi. penelitian ini berhasil membentuk nanoselulosa dengan ukuran terkecil yaitu 19 nm. proses ultrasonikasi pada penelitian ini terbukti mampu memperkecil ukuran partikel serat selulosa. selulosa lengkuas divariasikan menjadi 3 film yaitu film selulosa tanpa ultrasonikasi dan tanpa gliserol (sel), film selulosa dengan ultrasonikasi 5 jam dan tanpa gliserol (sels) serta film selulosa dengan ultrasonikasi 5 jam dan gliserol 0,5 ml (sels+g). hasil uji kuat tarik film sel, sels dan sels+g menunjukkan proses ultrasonikasi dapat meningkatkan kekuatan tarik film yang dihasilkan, namun berkurang dengan adanya penambahan gliserol. hasil karakterisasi ftir membuktikan bahwa selulosa berhasil diisolasi. hasil karakterisasi xrd menunjukkan bahwa dengan adanya perlakuan ultrasonikasi selama 5 jam dan penambahan gliserol dapat menurunkan derajat kristalinitas. hasil karakterisasi dsc menjelaskan bahwa ketiga film yang dihasilkan memiliki ketahanan termal yang baik seiring dengan semakin tingginya suhu dekomposisi. pengujian organoleptik memberikan informasi bahwa film yang paling baik untuk digunakan sebagai pengemas makanan adalah film sels+g. kata kunci : nanofiber selulosa lengkuas, gliserol, metode kimia dan ultrasonikasi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PREPARASI DAN KARAKTERISASI FILM DARI NANOFIBER SELULOSA LENGKUAS (ALPINIA GALANGA (L.)SW). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PERBANDINGAN RESPON HAMBATAN EKSTRAK LENGKUAS RIMPANG PUTIH (ALPINIA GALANGA) DENGAN EKSTRAK LENGKUAS RIMPANG MERAH (ALPINIA PURPURATA) 10 % TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (Cut cahya Risa, 2023)
Abstract
Baca Juga : SINTESIS NANOFIBER R-NILON 6,6 TERMODIFIKASI CUO DAN FE3O4 SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT SECARA ELEKTROSPINNING (Deeva Ananda, 2025)