Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan disparitas pendapatan asli daerah (pad) antarprovinsi di indonesia selama periode 2015–2024 serta implikasinya terhadap tingkat kemandirian fiskal daerah. penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari direktorat jenderal perimbangan keuangan (djpk) kementerian keuangan dengan cakupan 34 provinsi di indonesia. metode analisis yang digunakan meliputi rasio kontribusi, rasio pertumbuhan, rasio elastisitas, serta analisis tren. hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pad provinsi di indonesia secara umum didominasi oleh pajak daerah dengan kontribusi di atas 50 persen terhadap total pad. provinsi dengan basis ekonomi kuat seperti dki jakarta, jawa barat, dan jawa timur memiliki kontribusi pajak yang sangat dominan, mencerminkan tingkat kemandirian fiskal yang relatif tinggi. sebaliknya, beberapa provinsi di kawasan indonesia timur menunjukkan kontribusi pajak yang lebih rendah dan ketergantungan yang lebih besar pada komponen lain-lain pad yang sah. selain itu, terdapat disparitas kapasitas fiskal yang signifikan antarprovinsi, di mana provinsi di pulau jawa memiliki nilai pad yang jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi di kawasan timur indonesia. dari sisi pertumbuhan, pad mengalami fluktuasi selama periode penelitian, dengan penurunan pada tahun 2020 akibat pandemi dan diikuti oleh pemulihan pada tahuntahun berikutnya. analisis elastisitas menunjukkan bahwa tidak semua komponen pad memiliki sensitivitas yang sama terhadap perubahan total pad, yang mengindikasikan adanya perbedaan efektivitas dalam pengelolaan sumber pendapatan daerah. kata kunci : pendapatan asli daerah, karakteristik pad, disparitas fiskal, kemandirian fiskal.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KARAKTERISTIK PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI INDONESIA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2026
Baca Juga : ANALISIS EFEKTIVITAS, EFISIENSI DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN ASLI DAERAH, PENDAPATAN TRANSFER DAN LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN BELANJA DAERAH PADA PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH (Irwan, 2025)
Abstract
ABSTRACT This study aims to analyze the characteristics and disparities of Local Own-Source Revenue (PAD) among provinces in Indonesia during the 2015–2024 period, as well as their implications for the level of local fiscal autonomy. This study uses secondary data sourced from the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK) of the Ministry of Finance, covering 34 provinces in Indonesia. The analytical methods employed include contribution ratios, growth ratios, elasticity ratios, and trend analysis. The results indicate that the structure of provincial PAD in Indonesia is generally dominated by local taxes, which contribute more than 50 percent of total PAD. Provinces with strong economic bases, such as DKI Jakarta, West Java, and East Java, exhibit a highly dominant tax contribution, reflecting relatively high levels of fiscal autonomy. Conversely, several provinces in Eastern Indonesia exhibit lower tax contributions and greater reliance on other legitimate PAD components. Additionally, there are significant disparities in fiscal capacity among provinces, with provinces on the island of Java having significantly higher PAD values compared to provinces in Eastern Indonesia. In terms of growth, PAD fluctuated during the study period, with a decline in 2020 due to the pandemic followed by a recovery in subsequent years. Elasticity analysis indicates that not all PAD components exhibit the same sensitivity to changes in total PAD, suggesting varying levels of effectiveness in the management of local revenue sources. Keywords : Local Own-Source Revenue, characteristics of PAD, fiscal disparities, fiscal independence.
Baca Juga : PENGARUH PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PADA PROVINSI ACEH TAHUN 2006 - 2008 (Afrida Sari, 2024)