Pusat kebugaran khusus perempuan di banda aceh berkembang pesat sebagai fasilitas olahraga yang menunjang kesehatan wanita, tetapi perhatian terhadap kualitas udara dalam ruangan dan tingkat kenyamanan termal masih kurang memadai. penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi aktual kualitas udara serta kenyamanan termal di pusat kebugaran wanita zumba wawa barata, banda aceh. metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pengukuran langsung di lapangan terhadap variabel suhu, tingkat kelembapan udara, kadar co₂, konsentrasi pm₂.₅, dan perhitungan indeks wet bulb globe temperature (wbgt), disertai survei persepsi kenyamanan dari pengguna. hasil pengukuran memperlihatkan suhu di area gym dan ruang senam mencapai 35-39 °c, melampaui standar nyaman ashrae 55 yang menetapkan kisaran 22-26 °c. tingkat kelembapan tercatat pada rentang 50-70%, sedikit melewati batasan ideal 30-60%, sementara kadar co₂ (381-435 ppm) masih dalam ambang batas aman ashrae 62.1 (≤1000 ppm). untuk konsentrasi pm₂.₅ mengalami lonjakan drastis hingga >800 µg/m³ saat jam ramai (16.00-18.00 wib), sangat melampaui standar who 25 µg/m³ (24 jam) dan menunjukkan kualitas udara yang sangat tidak sehat karena penumpukan partikel debu, keringat, dan sistem sirkulasi udara yang kurang optimal. indeks wbgt menunjukkan angka 28-30,7 °c, melebihi batasan yang mengindikasikan adanya risiko heat stres saat melakukan aktivitas dengan intensitas sedang hingga tinggi. persepsi pengguna mendukung temuan pengukuran, dengan mayoritas responden mengeluhkan ruangan yang terasa panas, sesak, dan mudah menimbulkan kelelahan. kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara dan kenyamanan termal di pusat kebugaran tersebut belum sesuai dengan standar kesehatan dan kenyamanan. rekomendasi yang diberikan meliputi perbaikan sistem ventilasi alami dan mekanik, pengaturan kapasitas peserta tiap sesi latihan, serta pemantauan kualitas udara secara rutin guna mewujudkan lingkungan berolahraga yang sehat dan nyaman bagi perempuan. kata kunci: kualitas udara, kenyamanan termal, pusat kebugaran, ashrae, ventilasi alami, sni
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KUALITAS UDARA DAN KENYAMANAN TERMAL PADA PUSAT KEBUGARAN KHUSUS WANITA DI KOTA BANDA ACEHRN(STUDI KASUS: ZUMBA WAWA BARATA, BANDA ACEH). Banda Aceh Program Studi Magister Arsitektur,2026
Baca Juga : KAJIAN SISTEM PENGKONDISIAN UDARA UNTUK MENINGKATKAN TINGKAT KENYAMANAN TERMAL PADA SUATU RUANGAN KERJA (Zulkifli, 2015)
Abstract
This study aims to evaluate the current air quality conditions and temperature comfort at the Zumba Wawa Barata women's fitness centre in Banda Aceh. The method used is quantitative descriptive through direct field measurement of temperature, air humidity level, CO₂ content, PM₂.₅ concentration, and calculation of the Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) index, accompanied by a survey of user comfort perceptions. Measurement results show that the temperature in the gym and exercise room reaches 35–39 °C, exceeding the ASHRAE 55 comfortable standard, which sets the range at 22–26 °C. The humidity level is recorded in the range of 50–70%, slightly exceeding the ideal limit of 30–60%, while the CO₂ level (381–435 ppm) is still within the safe threshold of ASHRAE 62.1 (≤1000 ppm). PM₂.₅ concentration experiences a drastic surge to >800 µg/m³ during peak hours (16:00–18:00), far exceeding the WHO standard of 25 µg/m³ (24 hours) and indicating very unhealthy air quality due to the accumulation of dust particles, sweat, and a less-than-optimal air circulation system. The WBGT index shows a value of 28–30.7 °C, exceeding the NIOSH limit of 26–28 °C, indicating a risk of heat stress during moderate to high-intensity activities. The conclusion of this study indicates that the air quality and temperature comfort conditions at the fitness centre do not yet meet health and comfort standards. The recommendations provided include improving the natural and mechanical ventilation systems, regulating the number of participants per training session, and regularly monitoring air quality to create a healthy and comfortable exercise environment for women. Keywords: Air Quality, Thermal Comfort, Fitness Center, Banda Aceh City
Baca Juga : PENGEMBANGAN MODEL PERANCANGAN BANGUNAN ARSITEKTUR BERBASIS KENYAMANAN RUMOH ACEH (Muslimsyah, 2024)